Search
Menu
Mode Gelap

Penugasan Ibadah Jadi Nilai Plus DANA II Wilker II

Penugasan Ibadah Jadi Nilai Plus DANA II Wilker II
Penugasan Ibadah Jadi Nilai Plus DANA II Wilker II. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Salah satu nilai plus Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja (Wilker) II Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan adalah adanya penugasan yang berkaitan langsung dengan praktik ibadah. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih memimpin ibadah secara langsung.

Penugasan tersebut meliputi menjadi imam salat, mengisi kultum, memimpin tadarus Al-Qur’an, memimpin dzikir pagi dan sore, hingga imam salat tahajud. Seluruh rangkaian ibadah ini diatur secara sistematis oleh Imam of Training.

Pada kegiatan yang dilaksanakan pada (27-28/12/2025) ini, peran Imam of Training diemban oleh Shinta Khoiruniswati selaku instruktur. Ia mengatur pembagian tugas ibadah sekaligus mendampingi peserta selama proses pelatihan.

Shinta menyampaikan rasa gembira dan kekagumannya terhadap semangat para peserta. Menurutnya, para kader menjalankan setiap amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

“Ketika peserta yang ditunjuk berhalangan karena uzur, selalu ada peserta lain yang dengan sigap dan ikhlas siap menggantikan,” ungkap Shinta.

Salah satu contoh penugasan kultum adalah Widia Yuliatiningsih, kader Nasyiatul Aisyiyah Ranting Latukan Cabang Karanggeneng, yang maju mengisi kultum secara dadakan.

Widia yang juga anggota Pusat Informasi dan Teknologi (Pusintek) PDNA Lamongan serta Sekretaris II PCNA Karanggeneng itu menyampaikan kultum bertema Paradigma Lingkungan.

Dalam kultumnya, Widia menjelaskan bahwa paradigma lingkungan merupakan cara pandang mendasar tentang hubungan manusia dengan alam. Ia menguraikan beberapa perspektif, seperti antroposentrisme, biosentrisme, dan ekosentrisme.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, pergeseran paradigma dari yang hanya berpusat pada manusia menuju pandangan yang lebih holistik menjadi kunci penting dalam mengatasi krisis lingkungan dan mewujudkan kehidupan berkelanjutan.

Selain itu, kultum selepas salat Subuh Ahad disampaikan oleh Eni Isnin Nisa’ dari Sungegeneng dengan judul Syukur, Akhlak Paling Agung.

Eni mengutip Surah Ibrahim ayat 7 yang menegaskan janji Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Ia menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga rukun utama.

Pertama, syukur dengan hati, yaitu menyadari sepenuh hati bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah. Kedua, syukur dengan lisan melalui ucapan pujian kepada Allah. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yakni menggunakan nikmat untuk ketaatan, bukan kemaksiatan.

Melalui penugasan ibadah ini, DANA II Wilker II tidak hanya memperkuat pemahaman ideologis kader, tetapi juga melatih keberanian, keikhlasan, dan kesiapan kader Nasyiatul Aisyiyah untuk tampil memimpin dan menggerakkan umat.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments