
PWMU.CO – Alumni Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Bojonegoro sukses menggelar Reuni Lintas Angkatan di Warung Hatmi, Jalan Basuki Rahmat Nomor 94, Sukorejo, Bojonegoro pada Kamis (03/04/2025).
Acara reuni kedua kali ini dihadiri oleh empat pengasuh sekaligus, yaitu Abdul Wahid, Patmo, Sujai, dan Muhklisin, serta 50 alumni dari berbagai angkatan. Acara dimulai pukul 10.30 WIB ini dipandu oleh pembawa acara dengan ucapan basmalah sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Selanjutnya, Ketua Panitia, Ahmad Sholikin menyampaikan sambutan dengan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para alumni dari lintas angkatan, mulai dari tahun 1997 hingga 2024. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan.
“Saya selaku ketua panitia mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam acara ini ada yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia juga berharap reuni ini dapat menjadi momentum bagi para alumni untuk bersilaturahmi, bernostalgia, dan berkontribusi bagi kemajuan panti asuhan.
“Semoga acara ini berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, alumnus yang juga menjadi pengasuh Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Bojonegoro, Mukhlisin ST dalam paparannya menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu, panti mengalami pasang surut. Oleh karena itu, para alumni memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupi dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah, termasuk panti asuhan ini.
“Dalam pemerintahan, nama panti telah diganti menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), namun bagi kita, nama yang sudah terbiasa disebut tetaplah ‘panti’. Rumah besar kita adalah Muhammadiyah dan kita berada di dalamnya sebagai bagian dari kehidupan kita,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada para alumni agar tetap aktif dalam gerakan Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah.
“Di mana pun kita berada, jangan hanya diam di rumah. Kita harus aktif di Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah, baik di tingkat ranting, cabang, daerah, maupun wilayah,” pesannya.
Mukhlisin juga mengingatkan para alumni untuk tidak melupakan sejarah, bahwa mereka pernah dibesarkan di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa para pengasuh telah memberikan pendidikan yang selaras dengan ajaran para Nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan yang diberikan oleh para pengasuh telah disesuaikan dengan zamannya.
“Pendidikan yang kita terima dari para pengasuh sudah selaras dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.
Sementara itu, pengasuh Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Bojonegoro lainnya, Abdul Wahid, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam berinteraksi dengan anak asuh di masa lalu pernah ada kata atau tindakan yang melukai perasaan, baik disengaja maupun tidak.
“Sebagai manusia, tentu tak luput dari khilaf dan kesalahan. Itu hal yang wajar, jadi saya mohon dimaafkan,” ucapnya.
Apresiasi dari Alumni
Salah satu alumnus tahun 1997, Rianto, mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar dalam terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya, mewakili alumni tahun 1997, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada bapak pengasuh panti. Berkat didikan beliau, kami dapat mandiri dalam mengurus diri sendiri dan keluarga. Saya juga berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras sehingga reuni ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu alumnus tahun 2001, Amirul Mukminin, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pengasuh panti. Meskipun tidak menyelesaikan masa tinggalnya di panti hingga lulus, ia tetap merasa jiwa dan raganya menyatu sebagai bagian dari keluarga besar alumni Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan reuni ini.
“Semoga acara ini menjadi pemantik kebangkitan dan semakin mengaktifkan komunikasi antaralumni melalui jalinan silaturahmi, termasuk dalam grup WhatsApp. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mewujudkan panti asuhan yang berjaya selamanya,” harapnya. (*)
Penulis Dwi Anjarwati Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments