Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 2 Tulangan, Sidoarjo (SD Muda Tusida) sukses dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (22–23/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa, 30 di antaranya sebagai peserta utama ANBK dan 5 siswa sebagai peserta cadangan.
ANBK merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur mutu pendidikan di seluruh Indonesia, bukan sekadar menilai hasil belajar individu.
ANBK terdiri atas tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM mengukur literasi membaca dan numerasi, yang merupakan fondasi penting untuk pembelajaran sepanjang hayat.
Survei Karakter bertujuan mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan siswa yang mencerminkan profil pelajar Pancasila. Sementara itu, Survei Lingkungan Belajar mengevaluasi kualitas iklim dan proses pembelajaran di sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Tulangan, Ustaz Fahruddin, menjelaskan pentingnya ANBK.
“ANBK ini sangat penting untuk membantu guru dan sekolah mengidentifikasi area perbaikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.”
Pelaksanaan ANBK ini berbeda dari Ujian Nasional yang telah dihapus. ANBK tidak menentukan kelulusan siswa secara individu, melainkan memberikan potret kondisi sistem pendidikan di sekolah.
Dengan demikian, guru dan pihak sekolah dapat mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, seperti kemampuan membaca, pemahaman matematika, atau bahkan iklim sosial di sekolah.
Tantangan dan Respons Positif dari Siswa
Meskipun ANBK menggunakan sistem berbasis komputer, sebagian besar siswa kelas 5 menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka terlihat serius, namun tetap tenang saat mengerjakan soal-soal di ruang laboratorium komputer.






0 Tanggapan
Empty Comments