Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penutupan Daurah 20 Hari, 38 Santri An Nur Tuntaskan Tilawah hingga Setoran Hafalan

Iklan Landscape Smamda
Penutupan Daurah 20 Hari, 38 Santri An Nur Tuntaskan Tilawah hingga Setoran Hafalan
Penutupan Daurah 20 Hari, 38 Santri An Nur Tuntaskan Tilawah hingga Setoran Hafalan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana haru dan khidmat menyelimuti penutupan daurah Pondok Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo yang dilaksanakan di Masjid Al Rozaq, Perbatasan Trawas, Punggung, Mojokerto, Ahad (15/2/2026).

Sebanyak 38 santri resmi menyelesaikan rangkaian daurah Al-Qur’an selama 20 hari dengan tahapan pembinaan yang terstruktur dan disiplin.

Daurah ini merupakan program intensif yang dirancang untuk memperkuat bacaan, hafalan, serta adab santri terhadap Al-Qur’an. Selama 20 hari, para peserta mendapatkan pendampingan penuh dari musyrif dan ustaz pembimbing.

Setiap hari mereka mengikuti jadwal terstruktur, dimulai dari tilawah, murojaah, penambahan hafalan baru, hingga setoran hafalan kepada pembimbing. Pola pembinaan tersebut menekankan kualitas bacaan sesuai kaidah tajwid serta penguatan hafalan melalui murojaah yang konsisten.

Ketua panitia, Maba Fasa Alkhuluqi, S.Kom., Lc., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa daurah ini tidak sekadar menambah hafalan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

“Daurah ini bukan sekadar program menambah hafalan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Selama pelaksanaan, para santri menjalani tes akhir sebagai bentuk evaluasi capaian hafalan dan kualitas bacaan. Ujian tersebut menjadi penutup dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta dinyatakan menyelesaikan program dengan baik.

Masjid Al Rozaq yang berada di kawasan sejuk Perbatasan Trawas menjadi saksi ketekunan para santri dalam mengisi hari-hari dengan lantunan ayat suci. Lingkungan yang tenang turut mendukung kekhusyukan dalam menyetorkan hafalan dan memperdalam tilawah.

Dalam sambutannya, Hifni Sholihin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri, wali santri, serta para pembimbing yang telah mendampingi proses daurah. Ia menyatakan bahwa kegiatan menghafal Al-Qur’an mungkin dipandang biasa oleh sebagian orang, tetapi tidak semua orang mampu melakukannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kegiatan ini mungkin banyak dianggap biasa. Tetapi sejatinya tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur’an. Ini adalah anugerah sekaligus amanah besar dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sebagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanggulangin, Hifni menyampaikan kebanggaannya atas capaian para santri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari peran wali santri sekaligus proses pendidikan di Pondok Pesantren An Nur yang berkomitmen mencetak generasi Qur’ani.

Penutupan Daurah 20 Hari, 38 Santri An Nur Tuntaskan Tilawah hingga Setoran Hafalan. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Ia juga berpesan agar para santri tidak berhenti pada capaian daurah ini. Menurutnya, menjaga hafalan merupakan tantangan yang lebih berat dibandingkan menambah hafalan. Karena itu, konsistensi murojaah dan kedisiplinan perlu terus dijaga meskipun program telah berakhir.

Para wali santri yang hadir tampak haru menyaksikan putra-putri mereka membacakan Al-Qur’an secara bergantian pada hari terakhir sebagai simbol penutupan kegiatan. Sejumlah wali santri menyampaikan rasa syukur atas perkembangan anak-anak mereka selama mengikuti daurah.

Penutupan ditandai dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada para peserta. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta bimbingan yang istiqamah.

Dengan berakhirnya daurah 20 hari ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo berharap semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh dalam diri para santri. Program ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen panjang dalam menjaga dan mengamalkan kalamullah dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Qur’ani yang terbangun selama 20 hari di Masjid Al Rozaq diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi 38 santri untuk melangkah sebagai generasi penerus dakwah yang berakhlak, berilmu, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu