Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai penutupan Pesantren Jalan Cahaya pada hari kedua, Ahad (1/3/2026), dengan komitmen bersama untuk terus menebar dakwah yang menggembirakan.
Kegiatan hari kedua tetap diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta dari beragam komunitas. Meski memiliki berbagai keterbatasan, keakraban justru semakin terasa.
Waktu kebersamaan yang cukup dimanfaatkan peserta untuk saling berinteraksi, membangun relasi dakwah, serta berbagi kisah perjuangan dalam ber-Islam.
Sebelum penutupan, peserta mendapatkan materi pembinaan sebagai bekal kehidupan.
Ustadz Ahmad Barir dari Muhammadiyah Learning Center Surabaya menyampaikan materi tentang Ke-Muhammadiyahan dan paham keagamaan menurut Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah senantiasa mengedepankan dakwah yang menggembirakan, serta pembinaan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW dengan penuh keteladanan.
Pembinaan aqidah, ibadah, akhlak mulia, dan muamalah harus dijalankan dengan istiqamah.
Ia juga mengajak peserta menjadi insan beriman dan bertakwa yang mampu berdakwah di lingkungan komunitas masing-masing.
Kesan Haru dari Beragam Komunitas
Enggle dari Komunitas Persatuan Ojol Perempuan Surabaya (POPSA) menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Republik Indonesia bersama LDK Jatim atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai menyenangkan dan penuh persaudaraan. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
Aan dari komunitas disabilitas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Dengan penuh haru ia berharap dapat kembali dipertemukan dalam Ramadan mendatang dalam keadaan sehat. Suasana pun menjadi emosional saat pesan tersebut disampaikan.
Iwan dari komunitas lansia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat. Ia berharap lahir kader-kader dakwah Muhammadiyah yang mampu mendampingi berbagai komunitas.
Basuki dari komunitas kelompok rentan eks napiter mengungkapkan kebahagiaan dapat bertemu dan berbagi pengalaman lintas komunitas. Ia berharap pembinaan ke depan semakin ditingkatkan agar komunitas marginal mampu berkembang menjadi pribadi unggul dan berprestasi.
Endra dari komunitas mualaf mengaku menemukan kebahagiaan setelah memeluk Islam pada akhir 2023. Ia merasakan ketenangan mendalam saat beribadah dan bersyukur dapat merasakan persahabatan tulus dalam kegiatan ini.
Agus dari komunitas eks narapidana teroris berharap kegiatan tidak hanya sebatas kajian, tetapi juga mampu membangun sumber daya manusia dan keterampilan demi kesejahteraan komunitas.
Hildan dari komunitas remaja menyebut kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat. Ia merasa senang dapat berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan.
Sukohadi dari komunitas pembuka jalan juga menyampaikan rasa syukur dapat dipertemukan dengan berbagai komunitas untuk saling bekerja sama dan berbuat yang terbaik dengan penuh keikhlasan.
Komitmen Melanjutkan Dakwah Berkelanjutan
Ustadzah Etty dari panitia penyelenggara menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu singkat, termasuk koordinasi menghadirkan 100 peserta dari berbagai komunitas.
Ia memohon maaf atas segala keterbatasan dan menegaskan komitmen untuk terus menebar kebaikan.
Ketua panitia, Ustadz Irfan Zakaria, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga Pesantren Jalan Cahaya berjalan lancar. Ia berharap kebersamaan ini menjadi amal saleh dan terus berlanjut.
Dalam penutupan, Ustadz Ahmad Barir mengajak seluruh peserta memperkuat silaturahmi dan melanjutkan dakwah yang menggembirakan secara berkelanjutan.
Ia berharap potensi dari setiap komunitas dapat terus dikembangkan demi kemaslahatan bersama.
Acara ditutup dengan pemberian bingkisan kepada peserta serta komitmen menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.






0 Tanggapan
Empty Comments