
PWMU.CO – Kreativitas siswa SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi terus berkembang, salah satunya dengan menciptakan Smart Agricul Tools (SAT) atau alat pertanian cerdas, Senin (19/5/2025) di laboratorium fisika.
Sejak dinobatkan sebagai sekolah unggul madya pada bulan November 2024 lalu, SMA Muha Genteng Banyuwangi terus berbenah dalam upaya meningkatkan kualitas dari semua lini. Mulai dari tingkat kedisiplinan seluruh warga sekolah—baik guru, karyawan, maupun peserta didik—peningkatan kualitas pembelajaran, hingga memacu semangat berprestasi baik akademik maupun nonakademik.
Dalam upaya pengembangan inovasi dan kreativitas peserta didik, dengan bimbingan serta pantauan guru terkait, sekolah memberikan fasilitas seluas-luasnya untuk mendukung hal tersebut.
Smart Agricul Tools
Berkat bimbingan guru fisika, Revia Ajeng Renata SSi kelompok siswa dari kelas XI-2 atas nama Sya’if Fahrijal, Rara Adi Viana, dan Fabian Tobby H menciptakan alat sederhana untuk mendeteksi kondisi tanah yang diberi nama Smart Agricul Tools (SAT).
“Alat tersebut merupakan konsep yang merujuk pada penerapan teknologi modern yang dihubungkan dengan masalah pertanian dalam upaya peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dengan bantuan alat sensor,” jelas Revia.
Dalam keterangan selanjutnya, Revia menjelaskan, SAT bisa memantau kelembapan tanah dan mengirimkan informasi tersebut melalui Telegram di smartphone. “Alat ini juga dilengkapi pendeteksi suara sehingga bisa mengusir tikus atau burung,” jelasnya.
Ide awal terciptanya SAT didasari pada kondisi daerah Banyuwangi dan sekitarnya yang sebagian besar merupakan wilayah pertanian. Inspirasi juga datang dari profesi sebagian besar orang tua/wali peserta didik SMA Muha yang bekerja sebagai petani. Maka, ide tersebut muncul.
Dengan semangat berliterasi dari berbagai sumber, Revia dengan telaten terus membimbing selama beberapa hari. Setelah semua teori dirasa cukup, dilanjutkan dengan perakitan alat yang dibiayai oleh sekolah dengan total biaya sebesar Rp269.500, dengan rincian Rp69.500 untuk pembelian alat yang dibutuhkan dan Rp200.000 untuk coding atau pemrosesan penulisan kode program komputer untuk membuat perangkat lunak dan aplikasi.
SAT bukan satu-satunya hasil kreativitas para siswa SMA Muha Genteng. Masih banyak bidang lainnya yang telah mereka eksplorasi, bahkan sekolah ini telah menjadi juara nasional berturut-turut dalam dua tahun terakhir pada bidang business plan.
Penulis Abdul Muntholib Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments