
PWMU.CO – Suasana haru, bangga, dan penuh sukacita menyelimuti SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya pada Senin (2/6/2025). Pada hari ini, sekolah mengumumkan kelulusan 261 siswa kelas 6 tahun ajaran 2024/2025. Momen bersejarah ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya jenjang pendidikan dasar, tetapi juga awal dari perjalanan baru bagi para tunas bangsa.
Acara kelulusan dimeriahkan dengan pesan-pesan inspiratif dari Kepala Sekolah, diiringi sujud syukur yang khusyuk, dan ditutup dengan pemberian buket sebagai simbol apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Kelulusan 261 siswa ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan penuh seluruh civitas akademika SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Selama enam tahun, para siswa telah ditempa dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai agama, dan keterampilan hidup yang membentuk karakter mereka. Proses belajar mengajar yang intensif, ditunjang oleh fasilitas memadai dan guru-guru kompeten, telah mengantarkan mereka hingga ke gerbang kelulusan.
Kurikulum yang komprehensif di Mudipat tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan spiritualitas. Pembelajaran al-Quran, praktik ibadah, serta penanaman nilai-nilai moral Islam menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berlandaskan iman.
Peran orang tua juga sangat krusial dalam keberhasilan para siswa. Komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta keterlibatan aktif orang tua dalam membimbing anak-anak di rumah, menciptakan ekosistem belajar yang kondusif. Kerja sama yang harmonis ini menjadi fondasi kuat bagi tumbuh kembang siswa secara optimal.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang, Ustadz Edi Susanto, menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan suara lantang namun penuh kehangatan, dia berpesan, “Dalam segala hal harus siap menerima kenyataan. Karena juara bukanlah sebuah keberhasilan, tetapi keberhasilan sejati adalah menghadapi kenyataan.”
Pernyataan ini menggema di aula, menggarisbawahi filosofi penting bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Tantangan dan rintangan adalah bagian dari perjalanan hidup, dan kemampuan untuk menerima serta menghadapi kenyataan, termasuk yang pahit, adalah kunci keberhasilan sejati.
Ustadz Edi juga menekankan pentingnya persiapan sejak dini untuk meraih kesuksesan. “Untuk menjadi sukses sudah harus ditata sejak dini, agar tahu langkah-langkah menuju tujuan yang diinginkan,” ujarnya. Ia mengajak para siswa untuk memiliki visi, perencanaan, dan semangat kerja keras yang ditanamkan sejak usia muda.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rahasia sukses yang sering kali luput dari perhatian banyak orang. “Rahasia sukses itu rumusnya adalah faktor keberhasilan, dan itu ghaib,” katanya, yang sempat menimbulkan rasa penasaran di kalangan siswa. Namun ia menjelaskan bahwa yang dimaksud “ghaib” bukanlah hal mistis, melainkan sesuatu yang membutuhkan usaha maksimal dan strategi cerdas. “Keberhasilan membutuhkan usaha maksimal, kerja keras, dan kerja cerdas.”
Usaha maksimal berarti memberikan yang terbaik dari diri sendiri. Kerja keras artinya tidak mudah menyerah dan terus berjuang. Sementara itu, kerja cerdas adalah menggunakan strategi yang efektif dan efisien.
Menutup pesannya, Ustadz Edi membagikan hasil penelitian yang menarik. “Menurut penelitian, orang yang beruntung adalah orang yang mandiri dan disiplin,” ungkapnya. Pesan ini menegaskan bahwa kemandirian dan disiplin adalah dua karakter kunci yang akan membuka pintu keberhasilan di masa depan.
Setelah mendengarkan pesan inspiratif tersebut, seluruh siswa kelas 6 yang didampingi wali kelas membuka pengumuman kelulusan, kemudian melaksanakan sujud syukur. Momen ini menjadi puncak acara kelulusan. Dengan kepala tertunduk, mereka mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan dasar dengan lancar.
Sebagai penutup rangkaian acara, para siswa menerima buket sebagai simbol apresiasi. Bukan sekadar buket berisi snack, namun menjadi kenang-kenangan manis dari masa-masa di bangku SD yang penuh perjuangan dan kenangan tak terlupakan. (*)
Penulis Salsabila Editor Wildan Nanda Rahmatullah


0 Tanggapan
Empty Comments