Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perempuan Muda, Cahaya yang Menuntun Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Perempuan Muda, Cahaya yang Menuntun Bangsa
Ilustrasi. (Chat-GPT/PWMU.CO)
Oleh : Desi Ratna Sari Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur
pwmu.co -

Setiap 28 Oktober, bangsa ini kembali menyalakan semangat pemuda yang pernah berikrar: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa—Indonesia. Tahun ini, Sumpah Pemuda genap berusia 97 tahun, dan semangat itu seharusnya tidak hanya dimiliki kaum lelaki, tetapi juga menyala dalam dada perempuan muda Indonesia.

Dari ‘Aisyah, Kita Belajar Ilmu dan Keteguhan

‘Aisyah binti Abu Bakar adalah teladan bagi generasi muda sepanjang zaman. Di usia belia, ia sudah menjadi penjaga ilmu dan saksi sejarah turunnya wahyu. Ia dikenal berani, cerdas, dan kritis dalam berpikir.

Kecerdasannya membuat para sahabat dan ulama datang menimba ilmu darinya. Dalam dirinya, kita belajar bahwa kedewasaan berpikir tidak diukur dari usia, tetapi dari kesungguhan dalam menuntut ilmu dan mengabdi untuk umat.

Cut Nyak Dien: Bara Perlawanan dari Aceh

Berabad kemudian, tanah Aceh melahirkan sosok lain yang berjiwa api: Cut Nyak Dien. Di usia muda, ia terjun ke medan tempur bersama suaminya melawan penjajah Belanda. Setelah suaminya gugur, semangatnya tidak surut.

Ia terus memimpin pasukan, menjadi simbol keteguhan perempuan Indonesia yang berjuang bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsanya. Dari Cut Nyak Dien, kita belajar bahwa perempuan bisa menjadi nyala semangat perjuangan yang tidak pernah padam.

Semangat Itu Tak Boleh Redup

Kini, 97 tahun setelah Sumpah Pemuda dikumandangkan, semangat itu perlu kembali hidup dalam diri setiap kader Nasyiatul Aisyiyah.

Zaman memang berubah—perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing atau bedil. Tetapi medannya kini adalah dunia ilmu, dakwah, teknologi, dan kepedulian sosial. Kita berjuang melawan kebodohan, ketimpangan, dan apatisme.

Menjadi kader Nasyiatul Aisyiyah berarti menjadi penerus ‘Aisyah yang berilmu dan mencerahkan, sekaligus pewaris Cut Nyak Dien yang tangguh dan berani.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Opini: Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Perempuan Muda

Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan panggilan zaman bagi generasi muda hari ini. Di tengah derasnya arus digital dan tantangan global, perempuan muda Indonesia dituntut bukan hanya adaptif, tetapi juga memimpin dengan nilai.

Kader Nasyiah harus menjadi motor perubahan sosial yang berlandaskan ilmu dan iman. Di ruang publik, mereka harus tampil membawa pesan kemajuan dan pencerahan, bukan sekadar simbol kehadiran.

Sebagaimana ‘Aisyah menebar ilmu dan Cut Nyak Dien menyalakan keberanian, perempuan muda masa kini harus menebarkan cahaya yang menuntun bangsa—cahaya dari ilmu, iman, dan akhlak.

Sumpah Pemuda adalah Cahaya yang Tak Pernah Padam

Sumpah Pemuda bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang api perjuangan yang harus terus menyala di setiap hati muda.

Ketika perempuan muda berani menatap masa depan dengan ilmu dan keimanan, maka cahaya Indonesia tidak akan pernah padam.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu