PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menggelar peringatan Milad ke-108 Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jalan Permata Bunder, Sabtu (2/8/2025).
Puncak milad ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-kabupaten Gresik, jajaran Pimpinan Harian (PH) PDA, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, jajaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, perwakilan dari organisasi otonomi (ortom), serta organisasi mitra lainnya.
Milad ke-108 Aisyiyah ini mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional.” Melalui tema ini, Aisyiyah ingin mewujudkan desa yang tangguh dan mandiri dalam ketahanan pangan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan daerah sebagai penopang ketahanan nasional.
Puncak peringatan milad ini juga dihadiri oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra Latifah Iskandar, yang juga turut memberikan ceramah milad. Dalam ceramahnya, Latifah menyampaikan bahwa momentum milad Aisyiyah merupakan saat yang tepat untuk bersama-sama melihat kembali dan merefleksikan perjalanan serta perjuangan Aisyiyah selama ini.
Lebih lanjut, Latifah mengutip surat Ali Imron ayat 104 yang mengharuskan berjuang bersama-sama.
“Kita semua warga Aisyiyah harus berjuang bersama-sama, tidak berjuang sendiri-sendiri,” ujarnya.
Pimpinan Pusat Aisyiyah periode 2022-2027 ini juga mengutip pesan KH Dahlan kepada kaum perempuan bahwa urusan dapur jangan menjadi penghalang untuk perempuan berjuang bersama.
“Pesan ini sejalan dengan tema yang diusung milad Aisyiyah yaitu Qaryah Thayyibah, desa atau negeri yang baik,” tuturnya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk desa yang baik. Aisyiyah, melalui Majelis Ekonomi, terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan sebagai langkah menuju tercapainya kemandirian dan swasembada pangan nasional.
“Selanjutnya, Aisyiyah dari tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Ranting harus bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan, dengan cara berperan aktif dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan desa atau rembug desa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setelah ketahanan pangan terbentuk di tingkat desa, harapannya hal tersebut dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan nasional.
Latifah kemudian memberikan ilustrasi tentang peran sederhana yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga, seperti menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah. Jika dalam satu desa disepakati untuk menanam berbagai jenis sayuran yang berbeda, maka gerakan kecil ini akan memberikan dampak besar dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Aisyiyah jangan sampai tertinggal, justru harus menjadi contoh dalam mewujudkan gerakan menanam ini. Terlebih, Aisyiyah telah memiliki Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA), yaitu pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola secara individu dengan menanam tanaman yang tahan lama,” tegasnya.
Menurutnya, Milad Aisyiyah merupakan momentum refleksi untuk berpikir bersama mengenai apa yang bisa dilakukan demi kemajuan bangsa. Aisyiyah adalah organisasi berkemajuan, bukan hanya dalam cara berpikir, tetapi juga dalam tindakan nyata melalui aktivitas-aktivitas yang progresif dan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Tidak perlu terlalu memikirkan dari mana dana akan datang. Lakukan saja kegiatan yang bermanfaat, maka insyaallah dana akan mengikuti. Ibaratnya, yang kita butuhkan satu, yang datang bisa empat. Inilah ciri khas amal usaha di Aisyiyah,” imbuh Latifah, yang disambut gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.
Sebagai penutup Latifah memberikan apresiasi kepada PDA Gresik yang telah berperan besar dalam mewujudkan Aisyiyah yang berkemajuan.
“Selamat milad, semoga PDA Gresik dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berbasis desa Qaryah Thayyibah untuk mewujudkan ketahanan pangan,” pungkas Latifah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments