Search
Menu
Mode Gelap

Perkuat Integrasi Perkaderan dan Pesantren Mahasiswa, UMPO Hadirkan Baitul Arqam

Perkuat Integrasi Perkaderan dan Pesantren Mahasiswa, UMPO Hadirkan Baitul Arqam
Baitul Arqam di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Foto: Rihan Dwidarmawati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa sebagai bagian dari penguatan ideologi, keislaman, dan perkaderan Muhammadiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasantri Gelombang III Putri dengan jumlah peserta sebanyak 151 orang yang berlangsung selama dua hari di Pesantren Mahasiswa Al-Manar, Sabtu-Ahad (10-11/1/2025).

Kegiatan Baitul Arqam ini secara resmi dibuka melalui sambutan oleh Dr. Nurul Abidin Lc M.Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan sarana strategis dalam membentuk karakter mahasiswa Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademik.

Namun, juga kokoh dalam nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Pada kesempatan tersebut, Dr. Nurul Abidin sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa.

Kondisi Masyarakat Jahiliyah

Dalam pelaksanaannya, Baitul Arqam Mahasiswa mengajak peserta untuk memahami sejarah dan makna penting proses pembinaan umat, termasuk pembahasan tentang kondisi masyarakat pada masa jahiliah.

Jahiliah berasal dari kata jahil yang sering dimaknai sebagai kebodohan. Namun, dalam kajian Baitul Arqam dijelaskan bahwa jahiliah bukan semata-mata bodoh dalam arti tidak berilmu, melainkan kondisi ketika kebenaran dan nilai kebaikan tertutupi oleh perilaku serta sistem yang menyimpang.

Pemahaman ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa agar mampu mengenali tantangan zaman modern yang juga memiliki karakter “jahiliah” dalam bentuk yang berbeda.

Perkuat Karakter Mahasiswa

Melalui Baitul Arqam, mahasiswa diarahkan untuk menjadi pribadi yang alim, memiliki pandangan luas, serta kritis dalam memahami berbagai persoalan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mahasiswa juga dipersiapkan untuk mengambil peran strategis sebagai pemimpin, baik sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah, pemimpin umat, maupun sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Sebagai bentuk penguatan karakter dan spiritualitas, Baitul Arqam Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini terintegrasi dengan Pesantren Mahasiswa Al-Manar. Integrasi ini menjadi ciri khas pembinaan mahasiswa yang memadukan nilai akademik, kepesantrenan, dan ideologi Muhammadiyah secara menyeluruh.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga pembiasaan ibadah, kedisiplinan, serta kehidupan berasrama yang membentuk kepribadian Islami.

Dalam sistem perkaderan Muhammadiyah, Baitul Arqam dilaksanakan melalui tahapan yang terstruktur, yaitu pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan. Pada tahap pra-pelaksanaan, peserta dipersiapkan secara administratif dan mental. Tahap pelaksanaan diisi dengan penyampaian materi, diskusi, serta pendalaman nilai.

Sementara itu, pada tahap pasca-pelaksanaan, peserta mengikuti post-test, kegiatan diskusi atau fFocus Group Discussion (FGD), serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh.

Melalui kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa ini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo berharap dapat melahirkan kader-kader mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap mengabdi untuk kemajuan persyarikatan, umat, dan bangsa di masa depan.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments