
PWMU.CO – Ma’had Al Ittihad Al Islami (MII) atau Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami Camplong, Sampang, Madura akan menggelar Haflatul Takharruj (perpisahan) bagi santri kelas 6 Tahun Pelajaran 2024–2025.
Acara akbar ini dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu (31/5/2025), bertempat di halaman Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami putera.
Perpisahan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu, karena tidak hanya menjadi momen haru dan bangga para santri yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pondok pesantren dengan wali santri, alumni, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Diperkirakan hampir 1000 orang akan hadir, mulai dari wali santri hingga tamu undangan dari berbagai penjuru tanah air.
Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami didirikan pada tahun 1992, dan telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Hingga saat ini, hampir lebih dari 1.000 santri alumni telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi tokoh masyarakat, akademisi, anggota dewan dan ulama muda yang berpengaruh.
Salah satu ustadz Ma’had Al Ittihad Al Islami Camplong, Muhammad Haribudin ketika dihubungi PWMU.CO (30/5/2025), beliau menyampaikan bahwa acara perpisahan tahun ini mengangkat tema “Gen Z Qur’ani di Era AI: Antara Tantangan dan Peluang”.
Tema ini dipilih untuk merespons perkembangan zaman yang sangat cepat, khususnya dalam bidang teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta bagaimana generasi muda, khususnya generasi Z, dapat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai al-Quran dalam menghadapi dinamika tersebut.
Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami sendiri telah berdiri sejak tahun 1992, dan dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di wilayah Madura.
Sejak didirikan, pondok ini telah meluluskan rubuan santri yang melanjutkan pendidikan tinggi ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri, seperti UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UGM, serta PTN lain maupun PTS di seluruh Indonesia, dan banyak yang melanjutkan studi lanjut ke luar negeri seperti Universitas Al-Azhar (Mesir), Universitas Islam Madinah (Arab Saudi), dan universitas-universitas di Maroko, Sudan, Turki, serta perguruan tinggi lainya yang berada di luar negeri.
Salah satu pencapaian monumental pondok ini adalah telah mendapatkan muadalah atau penyetaraan ijazah dari Universitas Islam Madinah dan Universitas Al-Azhar Kairo.
Muadalah ini menandakan bahwa sistem pendidikan dan kurikulum yang diterapkan di pondok telah diakui secara internasional, sehingga alumni MII Camplong dapat langsung melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas tersebut tanpa harus mengikuti ujian masuk khusus.
Dalam acara Haflatul Takharruj kali ini, panitia menghadirkan sosok inspiratif sebagai pembicara utama, yakni Dr H Fauzan Adim MA. Beliau merupakan salah satu alumni terbaik Ma’had Al Ittihad Al Islami Camplong.
Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren di MII, beliau melanjutkan studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Universitas Moulay Ismail Meknes, Maroko, universitas yang sama tempat Ustadz Abdul Somad menempuh pendidikan S2.
Kehadiran Dr Fauzan Adim tidak hanya sebagai pembicara, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi para santri bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu akan membuka jalan menuju masa depan yang gemilang, sekaligus memotivasi para wisudawan untuk terus mengejar cita-cita.
Dengan semangat keikhlasan dan keberkahan ilmu, Pondok Pesantren Al Ittihad Al Islami Camplong terus berkomitmen untuk mencetak generasi robbani yang siap menjadi pemimpin umat di masa depan.
Haflatul Takharruj 2025 ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah perjalanan para alumni, sekaligus pengingat bahwa menuntut ilmu adalah jalan panjang yang harus ditempuh dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.(*)
Penulis Rahmat Syayid Syuhur Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments