Search
Menu
Mode Gelap

Pesan 3M dalam Menyambut Tahun Baru 1446 H

Pesan 3M dalam Menyambut Tahun Baru 1446 H
pwmu.co -
Khotib Jumat Ustadz Nofan Arifianto MPd menyampaikan khutbahnya di hadapan jamaah Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan.
(Sumardani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grabagan melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dimilikinya, Masjid Al Mahdi yang beralamat Blok E3 No.24 Perumtas 3 Grabagan Tulangan mengadakan Shalat Jumat, (5/7/2024).

Sebagai Khotib, Nofan Arifianto MPd mengajak jamaah selalu meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT apapun kondisinya kita saat ini, ajak khotib serta mengajak jamaah senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tema yang diangkat khotib yaitu Muharram 1446 H sebagai refleksi amal perbuatan.

“Tidak terasa kita di penghujung tahun 1445 H, besok sudah masuk 1446 H,” ujarnya.

Khotib membuka khutbahnya dengan membaca surat an-Nazi’at ayat 46 yang berbunyi:


كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ

“Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.”


“Lantas apa saja kita lakukan merefleksi amal perbuatan kita terhadap hal ini/,” tanya khotib.

Pertama yang dilakukan adalah Muhasabah, evaluasi diri sendiri, bagaimana hubungan kita sama Allah, manusia dan lingkungan. Allah menginggatkan juga di Surat Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak akan lepas mengikuti silaunya perkembangan dunia, dimana selalu update detik demi detik atau jam per jam karena sudah berada dalam zona keamanan. Akan tetapi ada juga manusia yang segera ingin mengakhiri kehidupan dunia ini, dinamika kehidupan ini tergantung bagaimana kita mensikapi kehidupan ini.

“Tapi ingat pesan Allah, senikmat apapun kita menikmati kehidupan ini jangan lupa akhirat karena dunia adalah ladang kita di akhirat, maka bercocok tanamlah yang baik, pasti kita memanen yang baik juga di negeri akhirat kelak,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kedua Mujahadah, artinya memiliki kesungguhan yang mana akan menambah nilai-nilai manusia di hadapan Allah SWT.

“Dalam tafsir surat Fussilat ayat 30, memberikan garansi bagi orang yang istiqomah mujahadahnya, maka bagi orang beriman dalam hatinya tidak boleh takut atau bersedih dalam mengarungi kehidupan dunia ini.

“Karena Allah sudah menjaminnya sendiri ,yaitu orang beriman jangan takut dan bersedih dalam mengarungi kehidupan ini,” terang khotib dihadapan jamaah shalat Jumat.

Ketiga Muroqobah. Dalam potongan hadist yang riwayatkan Tirmidi, Malaikat Jibril bertanya pada Nabi apa ikhsan itu, Nabi menjawab beribadahlah kepada Allah seakan akan engkau melihat Allah jika engkau tidak sanggup yakinlah Allah melihatmu.

“Dalam nafas hidup kita, mari niatkan diri bahwa tidak ada yang bisa membalas amal sholeh kita semua selain Allah SWT maka dalam muroqobah ini kita harus yakin segenap anggota tubuh kita akan diminta pertanggung jawaban Allah SWT,” pungkasnya.

Di akhir penutup khutbahnya, khotib membacakan Surat Yasin ayat 65 yang berbunyi:


اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Penulis Sumardani Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments