Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis iman, akhlak, dan kecakapan dalam Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XXXVI Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Dr. M. Ridlwan, M.Pd., dalam rangkaian pembukaan Musycab pada hari Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Ridlwan mengajak kader IMM untuk meneladani kepemimpinan Usama bin Zaid, sosok muda yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah SAW sebagai panglima perang melawan Romawi pada usia 18 tahun. Penunjukan tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa Islam memberikan ruang besar bagi kepemimpinan anak muda, selama memiliki kualitas personal yang kuat.
“Bayangkan, ada Abu Bakar dan Umar, tetapi Rasulullah justru menunjuk Usama bin Zaid yang masih sangat muda. Ini bukan tanpa alasan,” ujar Ridlwan.
Ia menjelaskan, terdapat tiga hal utama yang menjadi dasar Rasulullah menunjuk Usama bin Zaid sebagai pemimpin. Pertama adalah keimanan. Menurut Ridlwan, iman merupakan fondasi utama kepemimpinan, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-‘Ashr bahwa iman menjadi syarat utama agar manusia tidak merugi.
“Iman itu yang pertama. Kalau kita tidak ingin rugi dan celaka, iman harus menjadi dasar. Dan itu dimiliki oleh Usama bin Zaid,” tegasnya.

Kedua, adalah akhlak. Ridlwan menilai bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari etika dan cara membangun relasi. Ia menyinggung contoh komunikasi yang baik antara pimpinan IMM dan unsur pemerintah sebagai refleksi pentingnya akhlak dalam berorganisasi.
Ketiga, adalah kecakapan. Usama bin Zaid dinilai memiliki kapasitas dan kecakapan yang mumpuni sehingga mampu memimpin pasukan dan memenangkan peperangan melawan kekuatan besar Romawi.
“Tidak tanggung-tanggung lawannya Romawi. Tapi dengan iman, akhlak, dan kecakapan, umat Islam bisa menang,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Ridlwan menyampaikan harapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya agar kepemimpinan IMM ke depan diisi oleh kader terbaik yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga matang secara moral dan kompeten dalam kapasitas kepemimpinan.
“PDM berharap, siapa pun yang terpilih nanti adalah kader yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan kecakapan yang cukup untuk memimpin IMM Kota Surabaya,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Musycab ke-XXXVI PC IMM Kota Surabaya bukan sekadar agenda suksesi kepemimpinan, melainkan momentum strategis untuk melahirkan pemimpin muda Muhammadiyah yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengemban amanah umat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments