Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pesilat Tapak Suci Berbagi Takjil di Balongpanggang – Gresik

Iklan Landscape Smamda
Pesilat Tapak Suci Berbagi Takjil di Balongpanggang – Gresik
Tidak sedang berbagi jurus, tapi berbagi takjil untuk berbuka bersama (Hafid/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalan depan Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang pada Sabtu (07/03/2026).

Perkumpulan pesilat berseragam khas merah menyala tampak memadati bahu jalan.

Kehadiran mereka ini tidak dalam unjuk jurus atau kemampuan bela diri.

Pada momen ini mereka mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi berbagi takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Kegiatan sosial yang diinisiasi oleh para siswa dan kader Perguruan Pencak Silat “Tapak Suci Putera Muhammadiyah” (TSPM) Cabang Balongpanggang.

Sejak ba’da asar, para pesilat ini telah bersiap dengan ratusan bingkisan menu berbuka puasa.

Begitu waktu menjelang maghrib, paket-paket takjil tersebut ludes dalam sekejap terbagikan kepada pengguna jalan yang melintas di jalur strategis tersebut.

Siswa dan kader TSPM memerahkan jalan raya depan Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang (Hafid/PWMU.CO)

Hafid, salah satu kader TSPM Balongpanggang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda penting untuk membangun kedekatan emosional antara perguruan dengan warga sekitar.

Menurutnya, aksi turun ke jalan ini adalah sarana sosialisasi yang efektif untuk menunjukkan bahwa Tapak Suci adalah bagian integral dari masyarakat yang siap hadir dalam berbagai situasi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar berbagi takjil, tapi sebagai bentuk syukur dan cara kami bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat,” ujar Hafid di sela-sela kegiatan.

Lebih jauh, aksi ini mengusung misi besar untuk mereformasi citra negatif yang terkadang melekat pada dunia pencak silat.

Melalui gerakan berbagi ini, Tapak Suci ingin menghapus stigma bahwa organisasi silat hanyalah kumpulan generasi yang gemar berkelahi atau terlibat konflik fisik.

Sebaliknya, TSPM ingin menegaskan bahwa bela diri adalah alat untuk membentuk karakter ksatria yang rendah hati, disiplin, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini mendapat apresiasi positif dari para pengguna jalan.

Banyak warga merasa terbantu dan terkesan dengan keramahtamahan para pendekar Muhammadiyah tersebut.

Dengan semangat “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah“, Tapak Suci Balongpanggang sukses mengubah sore itu menjadi momen berbagi yang penuh keberkahan dan kedamaian.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡