PWMU.CO – SD Muhammadiyah 4 Zamzam menggelar kegiatan pemantapan Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada Sabtu (30/08/2025).
Acara tersebut menghadirkan Wakil Ketua Bidang Majelis Tabligh PCM Sepanjang, Dr Badarman MA atau yang akrab dengan sapaan Abah Badarman, sebagai pemateri utama.
Kehadirannya memberikan nuansa berbeda, penuh hikmah, dan menginspirasi bagi para ustadz dan ustadzah yang mengikuti kegiatan ini.
Makna Memahami
Dalam penyampaiannya, Abah Badarman menegaskan bahwa makna memahami dalam kehidupan sehari-hari tidak cukup sebatas melihat dengan mata kepala. Lebih dari itu, memahami harus melibatkan hati dan akal pikiran.
“Sesuatu yang baik bila tidak di-nidhom (ditata dengan baik), pasti akan dikecilkan oleh kebathilan” ujarnya tegas.
Ia mencontohkan hal tersebut dengan merujuk pada Surat Al-Ghasiyah ayat 17: “Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?”
Menurutnya, unta adalah hewan yang unik dan penuh pelajaran. Ia menekankan bahwa unta mampu bertahan sepuluh hari sepuluh malam tanpa makan. Sementara manusia sehari tidak makan saja sudah lemah.
Bahkan ketika hendak disembelih, unta tidak perlu diikat karena ia akan duduk dan menyerahkan lehernya dengan tenang. Perilaku ini mengajarkan manusia agar senantiasa memperhatikan kondisi sekitarnya, sebab manusia hakikatnya adalah makhluk sosial.
Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, Abah Badarman mengingatkan bahwa sekolah sebagai organisasi harus membudayakan perhatian sebagai bagian dari pelayanan.
Ia juga menegaskan tahapan posisi manusia dalam memperhatikan: mengajak berbuat baik, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran. “Nah, pertanyaannya, sampai di manakah kita sekarang?” tantangnya kepada peserta.
Lebih lanjut, ia berpesan agar kemungkaran dicegah dengan kekuasaan yang dimiliki. Jika terjadi perdebatan, hendaknya dilakukan dengan cara yang baik tanpa menyakiti orang lain.
Menurutnya, keimanan seseorang bisa terlihat dari bagaimana ia memperlakukan tetangga dan tamunya.
“Muliakan Allah dengan memuliakan peserta didik. Muliakan diri dan profesi dengan memuliakan peserta didik, wali murid, serta siapa saja yang hadir di lingkungan sekolah” tuturnya penuh penekanan.
Tekankan Pentingnya PHIWM
Pada sesi berikutnya, Abah Badarman juga menyinggung pentingnya Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
Pedoman ini, jelasnya, meliputi 11 lingkup kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menekankan, dalam lingkup pribadi, warga Muhammadiyah perlu memperkokoh aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah.
Menutup sesi, Abah Badarman berpesan agar para ustadz dan ustadzah senantiasa memperbaiki shalat, menjalani hidup sesuai kebutuhan, serta tidak mendzalimi diri sendiri apalagi orang lain.
“Ingatlah, doa orang yang terdzalimi tidak ada hijabnya dengan Allah” ucapnya mengakhiri tausiyah dengan penuh kesan.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri MAP dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Abah Badarman atas pencerahan yang beliau sampaikan. Pesan-pesan beliau sangat relevan, bukan hanya untuk ustadz dan ustadzah, tetapi juga untuk membentuk budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Semoga kegiatan ini menjadi bekal bagi kami semua dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia” ungkapnya.
Kegiatan pemantapan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pendidik di SD Muhammadiyah 4 Zamzam. Tidak hanya untuk memperkuat keilmuan, tetapi juga sebagai pengingat agar senantiasa menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pendidik, anggota masyarakat, maupun hamba Allah.





0 Tanggapan
Empty Comments