Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Qossam Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) ke-2, Kamis–Ahad (6–9/11/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Spirit Gerakan untuk Membangun Kader yang Berintegritas dan Berkualitas” dan bertempat di Perguruan Muhammadiyah Solokuro, Lamongan.
DAD diikuti oleh 34 peserta, didukung sekitar 50 panitia dan 17 instruktur. Pembukaan kegiatan dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IMM Surabaya, Koordinator Komisariat IMM UM Surabaya, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah Solokuro.
Ketiganya memberikan sambutan motivatif agar para kader tetap bersemangat dalam fastabiqul khairat.
Perwakilan PC IMM Surabaya, Immawan Amirul Haq, menegaskan bahwa DAD merupakan tiket menjadi kader Muhammadiyah sekaligus aset emas persyarikatan.
“DAD adalah sarana untuk menimba ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Sementara Ketua Umum Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM UM Surabaya, Immawan Izza Mukmin, menyampaikan bahwa komisariat harus mampu melahirkan tokoh, bukan sekadar memanggil tokoh.
Adapun Ayahanda Ach. Lazim dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Solokuro mengutip pesan Prof. Haedar Nashir, bahwa kader Muhammadiyah harus menjadi insan berilmu luas, berakhlak kuat, dan berperan nyata membangun masyarakat.
Dalam kegiatan ini, tim instruktur menyusun tujuh materi utama: Keislaman, Kemuhammadiyahan, Ke-IMM-an, logika dan sistematika berpikir, manajemen diri dan organisasi, intelektual profetik, serta analisis sosial.
Peserta diharapkan mampu memahami nilai dasar perjuangan, menumbuhkan semangat intelektual, serta membentuk kepribadian Islami yang berkemajuan sesuai dengan tujuan IMM.
Kegiatan dimulai dari pemberangkatan peserta menggunakan truk TNI (Jisang) menuju Desa Solokuro. Setibanya di lokasi, peserta beristirahat, salat, dan makan sebelum mengikuti pembukaan resmi.
Selama tiga hari, peserta menerima berbagai materi. Pada Sabtu sore, mereka melakukan praktik lapangan dengan menganalisis kondisi sosial, pendidikan, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.
Salah satu kelompok menemukan bahwa sebagian besar warga Solokuro hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SMP atau SMA, sementara lulusan sarjana masih sedikit. Temuan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah setempat.
Pada malam terakhir, peserta mengikuti pengukuhan kader dengan pembacaan ikrar bersama di waktu dini hari, menandai komitmen mereka menjadi bagian dari kader IMM sejati.

Penutupan DAD diisi dengan kajian budaya oleh Bapak Nasrul Hidayat atau Kang Mo, dengan tema “Kesenian Tradisional sebagai Media Dakwah Islam”.
Menurut Ketua Bidang SBO, Ardi Firansyah, kajian ini bertujuan mengenalkan dakwah berbasis budaya lokal, bahwa menyebarkan nilai Islam bisa dilakukan melalui seni dan tradisi masyarakat.

Acara resmi ditutup Ahad (9/11/2025) pukul 12.00 WIB oleh Immawan Roichan, perwakilan dari PC IMM Surabaya dan Immawan Imam Khurdianto dari Koordinator Komisariat IMM UM Surabaya.
Seluruh peserta kemudian kembali ke Surabaya dengan penuh semangat dan kebanggaan setelah empat hari mengikuti proses perkaderan yang inspiratif.





0 Tanggapan
Empty Comments