Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Muhammadiyah Genteng turut ambil peran penting dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang digelar di Bumi Perkemahan Waduk Sidodadi, kawasan perkebunan di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (18–19/10/2025), dengan dua lokasi berbeda. Hari pertama dilaksanakan di sekolah, sementara hari kedua digelar di luar sekolah, tepatnya di area Waduk Sidodadi.
Sigap, Tanggap, dan Cekatan
Dalam setiap kegiatan besar yang berpotensi membutuhkan layanan pertolongan pertama — seperti karnaval, gerak jalan, dan upacara — PMR Wira selalu tampil di garda terdepan.
Hal ini menjadi bentuk latihan nyata bagi para anggotanya dalam menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan semangat pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana tercantum dalam butir kedua Tri Bakti PMR: “Berkarya dan berbakti di masyarakat.”
Ketua Ekstrakurikuler PMR Wira, Amadea Renata Sari, menjelaskan bahwa kehadiran PMR dalam berbagai kegiatan sekolah sudah menjadi tradisi turun-temurun.
“Dalam setiap kegiatan, PMR selalu hadir paling awal dan pulang paling akhir. Ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam membentuk karakter disiplin setiap anggota,” ujarnya.
Kegiatan PMR juga diisi dengan latihan rutin setiap minggu, baik teori maupun praktik. Materi teori meliputi janji, Tri Bakti, dan motto PMR yang diperkenalkan kepada anggota baru.
Sementara latihan praktik lapangan difokuskan pada dasar-dasar pertolongan pertama, dibimbing langsung oleh petugas Puskesmas Genteng Kulon – Pos Pustu Desa Setail, yang selama ini telah menjadi mitra tetap PMR Wira SMA Muha.
Berperan Ganda dalam LDKS
Pada kegiatan LDKS tahun ini, anggota PMR memiliki peran ganda. Selain bertugas sebagai tim kesehatan, mereka juga menjadi peserta LDKS. Hal ini karena seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) dan ekstrakurikuler SMA Muha secara serentak melaksanakan serah terima jabatan ketua dan kepengurusan periode 2025–2026 di akhir kegiatan LDKS.
Guru pembina PMR Wira, Mukson Hidayat, M.T., menuturkan bahwa peran ganda ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi para anggota.
“Anak-anak PMR menjalankan dua tugas sekaligus — sebagai tenaga kesehatan dan peserta LDKS. Ini menjadi ajang untuk mengasah tanggung jawab dan kemampuan manajerial mereka,” jelasnya.
Keterlibatan PMR Wira dalam berbagai kegiatan sekolah menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dan dedikasi terhadap pelayanan sosial terus hidup di kalangan siswa SMA Muha Genteng. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments