Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Podcast SMK Mutu Gresik, Musyrifah: Generasi Sukses Finansial Atau Manfaat Bagi Umat

Iklan Landscape Smamda
Podcast SMK Mutu Gresik, Musyrifah: Generasi Sukses Finansial Atau Manfaat Bagi Umat
Musyrifah (kanan) bersama Umi Fitriyah saat di Podcast Kajian Islami Ramadan 1447 H. SMK Mutu Gresik (Ahmad Akhlis Rosyidi/PWMU.CO)

Pagi itu Jum’at (6/3/2026) suasana sangat cerah di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Gresik (SMK Mutu). Langit tampak membiru secerah semangat berbagi ilmu dan pengalaman di acara podcast Kajian Islami SMK Mutu di bulan Ramadan 1447 H.

Saya ditemani banyak kru  antara lain guru mata pelajaran produktif di produksi film SMK Mutu Alfi Aulia Abdu S.Sn dibantu tiga siswa jurusan produksi film Adzra Zahira, M. Mahdi Azzamul Ihsan dan M. Farel Indra Pratama serta host (pemandu acara) podcast Umi Fitriyah S.Pd, M.Pd.

Perbincangan hangat semakin menarik di ruang praktik Studio Produksi Film SMK Mutu saat host podcast Miss Fitri panggilan akrabnya mengajak diskusi tentang bagaimana pandangan Islam tentang generasi berkualitas yang diimpikan.

Apakah generasi berkualitas itu generasi yang sukses finansial atau kehadirannya bermanfaat bagi umat. Dua sudut pandang inilah yang menjadi menarik karena menurut saya generasi berkualitas itu relatif, tergantung bagaimana sebuah keluarga itu mempersiapkan.

Memilih Jodoh yang Baik

Saya menekankan pada dasarnya sebelum membentuk sebuah keluarga tentunya diawali dengan memilih jodoh untuk dijadikan pasangan.

Saya mencoba untuk menyitir ayat Alquran surat An Nur ayat 26 yang didalamnya dijelaskan laki-laki yang baik akan berpasangan dengan perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya. Karena jodoh adalah cerminan diri.

Maka menurut saya seorang suami yang shaleh dan kemudian istrinya shalihah, maka tentunya generasi yang dilahirkan harapannya membawa  keshalihan orang tuanya.

Maka dampaknya bagi dunia jika sebuah generasi lahir dari rumah yang kehilangan fungsi spiritualnya maka anak akan kurang empati dan moral kurang baik. Fokus ke duniawi, kurang peduli dengan akhirat, dan nantinya potensi kerusakan sosial akan meningkat.

Maka solusinya adalah membangun spiritualitas di rumah, mengajak ibadah bersama, mengajarkan nilai-nilai agama dan menjadi contoh yang baik buat anak-anak.

Saya mencoba memberikan salah satu contoh, sebuah keluarga yang agamis, kedua orang tuanya alim, maka harapannya anaknya akan menjadi penerus dengan belajar agama dan menghafal Al-Quran, maka ia menganggap bahwa anaknya sudah berkualitas dan bisa terjun di masyarakat.

Disisi lain ada sebuah keluarga yang pekerja keras. Siang malam bekerja tanpa lelah sampai ia mempunyai kekayaan yang lebih. Kemudian disekolahkan sampai ke jenjang tinggi dengan harapan anaknya akan melanjutkan usahanya. Hal ini pun orang tua menganggap bahwa anaknya sudah berkualitas.

Dalam membentuk generasi berkualitas perlu kita pahamkan hal yang penting,  pertama, bagaimana hubungan dengan Allah (hablumminallah). Beribadah kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, puasa, membaca Alquran dan lain sebagainya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kemudian kita seimbangkan hubungan dengan manusianya (hablumminannas), dalam hal ini bagaimana anak dididik adab kepada orang tua, menghormati guru, sayang saudara dan teman serta hubungan dengan tetangga dan masyarakat.

Nilai-nilai Alquran inilah yang paling krusial untuk ditanamkan sejak dini agar anak memiliki mental rahmatan lil ‘aalamin saat terjun di masyarakat. Sehingga, nanti anak-anak mempunyai nilai rahmah, kasih sayang, jujur, sabar, peduli, budi pekerti yang baik dan bisa berlaku adil kepada siapapun

Pentingnya Peran Keluarga

Diskusi semakin hangat saat Miss Fitri mencoba menanyakan bagaimana mendidik masa kecil anak-anak saya, karena pastinya tidak mudah yang saat ini mereka sudah beranjak dewasa dan beberapa sudah mandiri.

Lima anak, laki-laki semua, bisa dibayangkan betapa lelah dan crowdednya (ramai). Dengan usia antara satu anak dengan anak yang lain cukup dekat.

Saya bersama suami membesarkan mereka tentunya sama seperti keluarga yang lain yaitu dengan dasar agama yang kuat. Kita ajarkan bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Kita sekolahkan mereka di sekolah yang baik dan kita cukupi kebutuhannya sesuai kemampuan kami.

Mereka sejak kecil hidup dengan kesederhanaan bahkan lebih banyak berbagi dengan saudaranya karena mungkin tidak cukup.

Dan yang paling penting mereka saya didik sebagai anak laki-laki yang punya tanggung jawab, karena dimasa depan mereka pastinya punya keluarga, istri dan anak, maka mereka harus punya jiwa melindungi, mengayomi dan membiayai dalam tanda kutip bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Tentunya kami sebagai orang tua harus menjadi contoh yang baik. Mengajarkan nilai-nilai kuat. Mendukung keputusan anak yang baik serta membangun komunikasi terbuka.

Diakhir sesi saya mengajak semua orang tua untuk terus berdoa seperti diawal proses menikah “Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah”. Dengan suami shaleh, istri shalihah, insya Allah hidup kita tenang, damai, penuh cinta serta Allah senantiasa memberikan kelembutan dan kasih sayang dalam keluarga kita.

Dan anak-anak yang kita lahirkan, Allah jadikan keturunan yang Qurrota A’yun (penyejuk hati) serta menjadi generasi yang berkualitas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡