Kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah di MI Muhammadiyah 3 Bulubrangsi berlangsung di Aula sekolah pada Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan selama bulan Ramadan. Pada kesempatan tersebut, Muhammad Tanwirul Huda menyampaikan materi bertajuk Belajar Menjadi Pemimpin yang membahas pentingnya membangun kepemimpinan sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti materi yang disampaikan dengan tertib. Materi yang diberikan berfokus pada pemahaman mengenai kepemimpinan yang dimulai dari pengendalian diri serta pembiasaan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Tanwirul Huda menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pembelajaran dan latihan yang berlangsung secara bertahap. Ia menyampaikan bahwa seseorang yang ingin menjadi pemimpin harus terlebih dahulu mampu mengatur dan mengendalikan dirinya sendiri.
“Memimpin itu dimulai dari diri sendiri, yakni mampu mengendalikan hawa nafsu, emosi, dan waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ibadah puasa pada bulan Ramadan dapat menjadi sarana latihan dalam membentuk karakter kepemimpinan. Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih seseorang untuk mengendalikan diri serta membiasakan perilaku yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia mengajak para siswa untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad Saw sebagai dasar dalam membangun karakter kepemimpinan.
Ia menjelaskan empat sifat utama Nabi Muhammad Saw, yaitu shiddiq atau jujur, yang berarti membiasakan diri berkata dan bertindak benar; tabligh, yaitu menyampaikan kebaikan kepada orang lain; amanah, yang berarti menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh; serta fathanah, yaitu memiliki kecerdasan yang diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar dan menuntut ilmu.
Selain itu, Tanwirul Huda juga menyampaikan pentingnya sikap empati bagi seorang pemimpin. Ia menjelaskan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memahami dan merasakan kondisi orang lain.
“Empati membuat seorang pemimpin tidak hanya berpikir tentang dirinya sendiri, tetapi juga peduli terhadap orang lain,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, kemampuan mengatur waktu, kesabaran, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat dilatih melalui ibadah puasa serta kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin juga perlu menunjukkan keteladanan dalam sikap dan perilaku. Keteladanan tersebut menjadi salah satu cara yang dapat memengaruhi orang lain untuk melakukan hal-hal yang baik.
Di akhir penyampaiannya, Tanwirul Huda mengingatkan para siswa agar memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk membangun karakter yang lebih baik.
“Kalau kamu bisa lulus puasa satu bulan penuh dengan jujur dan disiplin, berarti kamu sudah memiliki modal untuk menjadi presiden, jenderal, dokter, atau pemimpin hebat lainnya di masa depan,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments