Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi para guru, karyawan, dan pembina di lingkungan pesantren. Kegiatan yang dilaksanakan pada (3/1/2026) ini bertempat di aula Gedung KH. M. Ridlwan Syarqowi dan diikuti oleh 270 peserta.
Baitul Arqam merupakan bentuk perkaderan Muhammadiyah sebagai penyederhanaan dari Darul Arqam, yang berfokus pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan. Program ini bertujuan membangun kesamaan sikap, integritas, serta pola pikir di lingkungan warga persyarikatan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan misi gerakan Muhammadiyah.
Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran, KH. M. Rifqi Rosidi, Lc., M.Ag., menjelaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqam tahun ini bertujuan meneguhkan ideologi kemuhammadiyahan, memperkuat optimisme seluruh guru dan karyawan, serta menyelaraskan visi dan misi lembaga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahim bagi seluruh unsur pendidik di pesantren.
Kegiatan Baitul Arqam mengusung tema “Penguatan Karakter dan Integritas Guna Menyiapkan Guru Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran Menghadapi Tantangan Zaman.”
Sejumlah tokoh Muhammadiyah hadir sebagai narasumber. KH. Shodikin, M.Pd., Ketua PDM Lamongan, menyampaikan materi bertema “Road Map Guru Muhammadiyah dalam Mengemban Tugas Nabi, Mencerdaskan dan Mencerahkan.”
Materi berikutnya disampaikan oleh KH. Abdul Basith, Lc., M.Pd.I., Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, yang membahas “Peran Guru Muhammadiyah dalam Dakwah dan Kaderisasi Berkelanjutan.”
Sesi selanjutnya diisi oleh Dr. Hasan Ubaidillah, SE., MM., Ketua LPCM PWM Jawa Timur, dengan materi “Meneguhkan Kepribadian Guru Muhammadiyah sebagai Pendidik dalam Menyiapkan Kader Utama Persyarikatan yang Berdampak.”
Penutup kegiatan diisi oleh Arisdiyansyah, Founder & CEO Insentris Customer Experience Consultant, yang memberikan motivasi melalui materi bertajuk “A Journey Finding Magic.”
Tugas dan Tanggung Jawab Guru di Lingkungan Persyarikatan
Sebanyak 30 guru dan karyawan MadtsaMutu Pondok Modern Paciran turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu peserta, Azlina, pengampu mata pelajaran PKn, mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti Baitul Arqam.
“Saya sebagai guru yang latar belakang pendidikannya non-Muhammadiyah merasa materi yang disampaikan sangat menarik, karena memberi pemahaman lebih luas tentang fungsi dan peran guru Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para pemateri yang berasal dari jajaran pimpinan Muhammadiyah membuatnya semakin memahami tugas dan tanggung jawab sebagai guru di lingkungan persyarikatan, khususnya di Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran.
Azlina berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena sangat membantu guru-guru yang sebelumnya belum mendalami kemuhammadiyahan untuk memahami tugas pokok dan fungsi pendidik di lingkungan pesantren modern. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments