Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum Sambi, Boyolali, kembali menunjukkan terobosan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building yang dikemas secara kreatif dan inovatif pada Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini diawali dengan sesi bedah buku yang dilaksanakan di dalam bus, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas outbound di Ndayu Park, Sragen. Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru SMP dan SMA PonpesMU Manafiul Ulum.
Sejak dalam perjalanan menuju lokasi, para peserta sudah diajak terlibat aktif dalam sesi bedah buku berjudul “Membangun Peradaban Gemilang” karya Pahri dan Munali yang diterbitkan oleh Mirai Publishing. Buku setebal 580 halaman tersebut dibedah langsung oleh Mudir PonpesMU Manafiul Ulum, Pujiono,
Dalam paparannya, Pujiono mengulas gagasan besar tentang pembangunan peradaban melalui pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan lembaga.
Ia menekankan bahwa membangun peradaban gemilang merupakan praktik terbaik dalam membesarkan sekolah.
Menurutnya, banyak lembaga pendidikan mampu bertransformasi dari sekolah dengan ratusan peserta didik menjadi ribuan murid karena memiliki visi besar dan strategi yang tepat.
Dia menyebutkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada soliditas tim, keberanian menghadirkan diferensiasi yang membedakan sekolah dari lembaga lain, serta komitmen guru untuk “bersedekah waktu” demi kemajuan institusi.
“Pengalaman menunjukkan bahwa membesarkan sekolah membutuhkan soliditas tim, keberanian memunculkan diferensiasi yang khas, serta guru yang bersedia bersedekah waktu demi kemajuan institusi,” papar Pujiono.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah besar tidak lahir secara instan. Pertumbuhan lembaga pendidikan memerlukan visi jangka panjang yang kuat, kerja kolektif yang konsisten, serta budaya pengabdian yang terus dirawat. Oleh karena itu, buku Membangun Peradaban Gemilang dinilainya relevan sebagai referensi praktis bagi pendidik dan pengelola sekolah dalam menyusun langkah strategis yang berkelanjutan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur PonpesMU Manafiul Ulum, Ustaz Suradi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi model capacity building yang memadukan literasi dengan pengalaman lapangan.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mampu menyegarkan semangat guru, tetapi juga memperkaya wawasan kepemimpinan serta pengelolaan kelembagaan.
Setibanya di Ndayu Park, Sragen, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi outbound yang dipandu Ustadz Nuruddin bersama Eko Setyawan Saptiarso.
Beragam simulasi dan permainan edukatif disajikan untuk melatih kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi efektif, serta ketahanan mental para guru.
Melalui kegiatan ini, PonpesMU Manafiul Ulum menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengembangan sumber daya manusia yang inovatif, kolaboratif, dan bermakna. Perpaduan antara literasi, refleksi nilai, dan kebersamaan menjadi ciri khas utama kegiatan tersebut.
Sementara itu, bedah buku yang dilakukan di dalam bus menjadi simbol bahwa proses belajar dan upaya membangun peradaban dapat berlangsung di mana saja, kapan saja, dan secara bersama-sama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments