Suasana ruang rapat PPI Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) pada Sabtu (18/10/2025) pagi itu tampak hangat namun penuh keseriusan. Duduk melingkar di ruang rapat lantai dua, para tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) dari berbagai unit berkumpul dalam satu forum penting: Rapat SDM PPI AMF.
Rapat yang dikenal sebagai Rapat PTK (Sumber Daya Manusia) ini menjadi ajang strategis untuk mengevaluasi sekaligus memetakan arah pengembangan pondok ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Mudir PPI AMF, Ustadz Suprat, Kepala Sekolah SMP dan SMA PPI AMF, Ustadz Pahri, serta Wakil Direktur, Ustadz Boy. Ketiganya turut memberikan pandangan, arahan, dan masukan di setiap sesi pemaparan yang disampaikan oleh masing-masing bidang.
Paparan Waka dan Pusat Pengembangan
Agenda utama rapat ini diisi dengan pemaparan dari para Wakil Kepala (Waka) dan tim dari Center of Development yang menjadi jantung penggerak inovasi akademik dan non-akademik di PPI AMF.
Di antara yang menyampaikan laporan adalah:
- Waka Kesiswaan, yang menyoroti pentingnya pembinaan karakter dan kedisiplinan santri dalam keseharian pondok.
- Waka Kurikulum, yang menjelaskan integrasi pembelajaran berbasis proyek dan penguatan di bidang ilmu pengetahuan dan nilai-nilai ISMUBA di setiap fase pembelajaran.
- Waka Humas, yang menampilkan progres SPMB, hubungan eksternal pondok, kerja sama kelembagaan, serta publikasi kegiatan yang semakin aktif di berbagai platform.
- Waka Sarpras, yang memaparkan pengembangan fasilitas pondok sebagai penunjang kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.
Selain empat Waka, forum juga menghadirkan sesi pemaparan dari enam Center of Development yang menjadi ciri khas pengembangan akademik di PPI AMF, yakni:
- Center for Study Skills fokus pada peningkatan kemampuan belajar santri melalui strategi belajar efektif dan mentoring akademik.
- Center for Character Building and Well Being yang menumbuhkan keseimbangan antara prestasi dan kesehatan mental santri.
- Center for Literacy Development berperan menggerakkan budaya literasi dan riset kecil di kalangan santri.
- Center for Language Learning yang terus mendorong penguatan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa komunikasi pondok.
- Center for Science and Math Development mengembangkan pendekatan saintifik berbasis riset mini dan eksperimen langsung.
- Center for Art and Physical Education Development yang menyalurkan bakat seni dan olahraga santri untuk menyeimbangkan aspek kognitif dan psikomotorik.
Masukan dan Sinergi dari Pimpinan
Dalam kesempatan tersebut, Mudir PPI AMF, Ustadz Suprat, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas bidang agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita ingin setiap kegiatan dan inovasi yang lahir dari masing-masing Waka dan Center memiliki benang merah yang jelas. Semua harus bermuara pada pembentukan santri unggul, berkarakter, dan berjiwa pemimpin,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Pahri, Kepala Sekolah SMP dan SMA, memberikan penekanan pada SPMB, evaluasi hasil belajar, peningkatan kualitas pengajaran, serta penataan ketertiban dan kebersihan di pondok pesantren.
“Kita perlu mensukseskan SPMB agar terus berkembang PPI AMF, serta memetakan santri bukan hanya berdasarkan hasil akademik, tapi juga dari aspek akhlak dan kompetensi sosialnya. Evaluasi bukan hanya untuk santri, tapi juga untuk guru dan sistem pembelajaran yang kita jalankan,” tuturnya.
Adapun Wadir, Pradana Boy, menambahkan bahwa rapat semacam ini bukan hanya forum laporan, tetapi wadah refleksi bersama untuk terus berinovasi.
“Kita ingin SDM PPI AMF menjadi tim yang terus belajar dan berkembang. Kolaborasi adalah kunci agar setiap ide yang muncul bisa diwujudkan menjadi gerakan nyata,” ungkapnya.
Rapat yang berlangsung hingga siang hari itu diakhiri dengan kesimpulan penting: seluruh elemen SDM pondok perlu bergerak dalam satu visi besar menjadi lembaga pendidikan Islam modern yang memadukan kekuatan akademik, spiritual, dan karakter.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat ini, PPI AMF menegaskan langkahnya untuk terus tumbuh sebagai pondok pesantren Muhammadiyah yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments