
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) menggelar pemilihan Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) untuk periode 2025/2026, Rabu (17/04/2025). Ratusan siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 memadati auditorium sekolah untuk menggunakan hak suaranya dalam pemungutan suara berbasis teknologi e-voting.
Tiga kandidat dari kelas 5 bersaing dalam pemilihan tersebut, yakni Kanaya Fatina Zahra, Alma Nayla Faiza, dan Keisha Athalia Pranindhita. Berdasarkan hasil perolehan suara, Kanaya terpilih sebagai Ketua IPM dengan 143 suara, disusul Alma 90 suara dan Keisha 14 suara.
Pemilihan ini merupakan kali kedua Sdamada menggunakan sistem e-voting. Proses pemungutan suara dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pengambilan kartu pemilih, pemindaian kartu e-vote untuk masuk ke bilik suara, hingga memilih secara digital. Pelaksanaan e-voting dibantu oleh tim IT dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan tim IT internal sekolah.
Anggota tim IT E-Voting yang bertanggung jawab atas E-Voting adalah Alfian Ari Putra. Ia menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari proses pemilihan IPM di sdamada.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Alfiatun Naimah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kader IPM terpilih tidak hanya belajar memimpin diri sendiri, tetapi juga belajar memimpin orang lain. Ia menekankan bahwa menjadi kader IPM berarti menjalani dua peran sekaligus: belajar dan berorganisasi.
“Melalui kegiatan ini, siswa juga belajar tentang demokrasi dan memilih sesuai hati nurani,” ujarnya.
Berikut Daftar Perolehan Suara melalui E-Voting
Kanaya Fatina Zahra : 143 suara
Alma Nayla Faiza : 90 suara
Keisha Athalia Pranindhita : 14 suara
Sementara itu, Kanaya Fatina Zahra yang terpilih sebagai Ketua IPM menyampaikan pesan dalam pidatonya, “Jangan berhenti berbuat baik, jangan takut mencegah yang tidak baik, jadilah siswa yang islami, cerdas, patuh, sopan, dan berprestasi.”
Perwakilan dari Pimpinan Daerah IPM Sidoarjo, Ping Darojat Gumilang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pesta demokrasi pelajar. Ia mengingatkan bahwa dalam demokrasi pasti ada yang menang dan kalah, namun yang paling penting adalah tetap mendukung ketua terpilih dan menjaga semangat berorganisasi.
“Semoga ketua terpilih mampu menjalankan amanah dan melanjutkan perjuangan di Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)
Penulis A. Choirudin Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments