Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya secara resmi melantik pengurus periode 2025–2026 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat, pada hari Kamis (13/11/2025) di Pusat Dakwah (Pusdam) Wuni Surabaya.
Kegiatan ini menandai estafet kepemimpinan baru di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh berbagai perwakilan pelajar dari sekolah lain, baik Muhammadiyah maupun umum.
Pembina IPM SMAMX, Alfianur Rizal, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan hari ini adalah pelantikan PR IPM SMAMX periode 2025/2026, yang mana pengurus terpilih telah ditetapkan sejak bulan Oktober.
”Tujuan dari pelantikan ini tentunya untuk estafet kepemimpinan di IPM SMAMX itu sendiri,” ujarnya.
Lebih dari sekadar serah terima jabatan, acara pelantikan ini juga menjadi forum untuk bersilaturahim dan menjalin koneksi dengan pelajar dari sekolah lain.
”Kami mengundang IPM tingkat SMA/SMK Muhammadiyah se-Surabaya, serta beberapa OSIS dari SMA Negeri maupun swasta di Surabaya. Kami juga mengundang IPM SMA yang ada di Gresik dan Sidoarjo karena masih bertetangga dengan kita,” imbuhnya.
Harapannya, melalui kegiatan ini akan terbentuk jaringan yang kuat untuk pelajar-pelajar di Surabaya dan sekitarnya.
“Selain perwakilan pelajar, kegiatan ini juga mengundang orang tua/wali murid dari ketua bidang IPM untuk memberikan pemahaman mengenai kegiatan organisasi putra-putri mereka,” katanya.
Menyikapi periode kepengurusan yang baru, Alfianur Rizal menyampaikan harapan besar yang sejalan dengan prestasi sekolah.
”Harapan saya di periode ini, IPM SMAMX bisa mewujudkan mimpi besarnya yaitu Go Internasional,” tegasnya.
Ia merujuk pada kesuksesan tim robotik SMAMX yang sudah membuktikan diri bisa Go Internasional. Kesempatan ini dianggap terbuka lebar bagi bidang lain di SMAMX, termasuk IPM.
”Sudah terbukti di beberapa alumni IPM SMAMX yang sudah berkuliah di luar negeri, dan saya harap ini bisa menjadi inspirasi untuk kader-kader IPM SMAMX di periode ini untuk bisa Go Internasional juga, mengikuti jejak-jejak alumninya,” tutupnya penuh optimisme.
Di sisi lain, sambutan yang unik dan penuh inspirasi dari Ketua PR IPM SMAMX yang baru, Axelle Ardhani Poerwanto.
Alih-alih membacakan teks formal, Axelle memilih untuk berbagi kisah anekdot pribadi untuk menanamkan dua nilai fundamental yang ia harapkan menjadi pilar kepemimpinan baru: optimisme tak terbatas dan kepercayaan.
Di hadapan tamu undangan, termasuk Ketua PD IPM Surabaya, Annisa Fitria R., S.Ant., Axelle menceritakan kisah temannya bernama Septian yang bepergian ke Madura hanya dengan bekal uang Rp5.000, yang bahkan terpotong untuk biaya parkir.
”Saking optimisnya, dia bilang, “Aku karo Rp3.000 sampek Mekah iki iso” (Saya dengan Rp3.000 sampai Mekah ini bisa),” ujarnya
Pesan Pertama: Jangan Batasi Diri untuk Berinovasi
Axelle menjelaskan bahwa tingginya optimisme sang teman, meskipun dalam situasi minim, mengajarkan pentingnya memecah batasan pikiran.
”Jangan membuat pikiran kalian itu membatasi diri kalian untuk berinovasi,” tegasnya.
Ia lantas menguatkan pesannya dengan mengutip filsuf Romawi, Marcus Aurelius: “Hidup adalah apa yang kita pikirkan.”
Pesan ini menekankan bahwa kunci utama terletak pada cara kita menyikapi keadaan, bukan pada keadaan itu sendiri.
Axelle mengajak para pimpinan IPM untuk selalu berpikir positif dan kreatif agar tidak mudah terhambat oleh tantangan.
Pesan Kedua: Tumbuhkan Kepercayaan dan Jaga Amanah
Poin kedua yang disampaikan Axelle adalah tentang kepercayaan (trust). Jumlah uang yang sangat minim yang dibawa temannya, kata Axelle, melambangkan tingginya kepercayaan Septian kepada teman-temannya yang lain yang turut serta dalam perjalanan.
”Ini yang harus kita tumbuhkan, kepercayaan antara sesama Pimpinan IPM SMAMX dan pimpinan-pimpinan yang lain juga,” harapnya.
Namun, Axelle juga memberikan peringatan keras. Ia menekankan bahwa ketika sebuah kepercayaan sudah diberikan, para pengurus IPM tidak boleh menyalahgunakan atau melupakan amanah tersebut.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Salim Bahrisy menyampaikan pesan kunci yang menjadi landasan bagi kepengurusan baru.
Salim Bahrisy secara tegas berharap jajaran pengurus IPM yang baru dapat menjadi “Agen Perubahan Berkemajuan” yang unggul dalam akademik dan akhlak.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati berakar pada integritas dan ketaatan pada nilai-nilai Islam.
”Tugas utama kalian bukan hanya mengurus program kerja, tetapi juga menjadi teladan bagi seluruh siswa. Tegakkan disiplin, tunjukkan akhlak mulia, dan buktikan bahwa pelajar Muhammadiyah adalah pelajar yang unggul dalam Imtak (Iman dan Takwa) sekaligus Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi),” ujar Salim dalam sambutannya.
Dalam pesannya, Salim Bahrisy juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik di sekolah dan pengembangan diri melalui kegiatan organisasi.
Ia memandang IPM sebagai laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya, tempat pelajar mengasah kemampuan manajerial, problem solving, dan kolaborasi.
”Organisasi ini adalah tempat Anda berlatih untuk memimpin umat dan bangsa di masa depan. Gunakan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai kompas dalam setiap langkah dan pengambilan keputusan. Jangan pernah lepaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pegangan, sambil terus berpacu dalam meraih prestasi akademik tertinggi,” tambahnya.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Salim menitipkan harapan besar agar mereka mampu melahirkan program-program inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota IPM, tetapi juga berdampak positif pada seluruh ekosistem sekolah.
Ia juga meminta IPM menjadi mitra strategis sekolah dalam membentuk lingkungan belajar yang islami, disiplin, dan kaya akan kreativitas.
Acara pelantikan ini ditutup dengan pembacaan ikrar janji oleh pengurus PR IPM yang baru, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan pelajar di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, yang diharapkan mampu membawa nama baik sekolah di tingkat regional maupun nasional.






0 Tanggapan
Empty Comments