
PWMU.CO – Dalam sebuah momentum yang tak hanya historis, tapi juga strategis bagi arah gerakan mahasiswa Kota Pahlawan, Nasrawi, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, resmi terpilih sebagai Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya (ABS) periode 2025–2026.
Kemenangan ini bukan sekadar penetapan struktural dalam forum kongres, tapi merupakan sinyal kebangkitan sebuah semangat kolektif yang telah lama ditunggu. Bertempat di Universitas Surabaya (Ubaya), forum Kongres Ke-X ABS menjadi saksi bagaimana mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya menyatukan suara, merumuskan arah, dan menetapkan nakhoda baru bagi satu dari sedikit aliansi mahasiswa kota yang masih punya daya dobrak.
Terpilihnya Nasrawi bukan hanya kemenangan bagi almamaternya, tetapi lebih dari itu—ia adalah representasi dari semangat baru: semangat kolaboratif, humanis, dan membumi, yang selama ini perlahan terkikis oleh hiruk pikuk ego sektoral dan pragmatisme gerakan.
“Nasrawi menegaskan bahwa ABS ke depan akan dibangun sebagai gerakan kolaboratif dan inklusif, dengan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama,” tuturnya.
Dalam suasana yang hangat namun penuh tekad, Nasrawi menyampaikan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk menghidupkan kembali peran strategis mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran, memperkuat advokasi berbasis data, serta menjembatani dialog kritis antara mahasiswa dan penguasa.
“Aliansi ini bukan dibangun dari kesamaan almamater, tapi dari keberanian untuk bergerak bersama. Kota ini terlalu besar untuk diurus segelintir orang tanpa kontrol. Mahasiswa harus hadir. Harus hidup,” ungkapnya.
Ia juga mengkritik kondisi gerakan mahasiswa kota yang selama ini kerap terjebak dalam simbolisasi tanpa substansi. Menurutnya, ABS harus menjadi rumah perjuangan, bukan sekadar etalase nama-nama kampus. Ia bertekad untuk membangun aliansi yang adaptif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keberpihakan terhadap publik.
Gerakan Kolektif Berkemajuan
Menariknya, dalam struktur kepengurusan baru, forum juga menetapkan Francisco Xavier Senda, Presiden Mahasiswa Telkom University Surabaya, sebagai Sekretaris Jenderal ABS, menguatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan tentang siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling siap berkontribusi.
Di media sosial, gelombang ucapan selamat dan harapan mengalir dari berbagai elemen mahasiswa Surabaya dan luar kota. Banyak yang menilai bahwa terpilihnya Nasrawi telah menyalakan kembali bara yang nyaris padam—bara semangat mahasiswa yang tidak ingin hanya jadi penonton dalam perubahan kota mereka sendiri.
Dengan membawa semangat “Gerakan Kolektif Berkemajuan”, Nasrawi menyatakan bahwa ABS akan hadir sebagai penggerak bukan hanya untuk melawan, tetapi untuk merawat—merawat nurani sosial kota ini, merawat suara-suara yang disisihkan, dan merawat harapan orang-orang yang percaya bahwa mahasiswa masih bisa dipercaya.
“Kita tidak butuh lagi aliansi yang hanya sibuk mengarsipkan surat. Kita butuh gerakan yang mendengar denyut rakyat dan bergerak dengan berani. Kalau mahasiswa hari ini diam, jangan salahkan kota ini kalau esok tak lagi berpihak pada kita,” pungkas Nasrawi, disambut tepuk tangan panjang dari peserta kongres.
Dengan wajah baru dan semangat yang diperbaharui, Aliansi BEM Surabaya kini bersiap melangkah lebih jauh—menjadi pusat konsolidasi ide, wadah advokasi publik, dan ruang dialektika kritis yang tak gentar menatap masa depan. (*)
Penulis Bastian Ashar Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments