
PWMU.CO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Kepunten, di bawah naungan PCM Tulangan, sukses menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1446 H/2025 M dengan penuh khidmat dan antusiasme dari warga. Kegiatan yang digelar di halaman samping Masjid Nurul Huda ini diikuti ratusan jamaah dari kalangan warga Muhammadiyah Kepunten dan sekitarnya, Senin (31/03/2025).
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Zulkifli S.Sos.I, M.Pd, guru SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan tema “Spirit Taqwa Majukan Umat dan Bangsa” yang sarat pesan moral dan spiritual.
Ketua PRM Kepunten, Ali Warno mengapresiasi seluruh elemen yang turut menyukseskan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan lancar. Ini berkat kerja sama dari seluruh jajaran PRM, Takmir Masjid Nurul Huda, Remaja Masjid, Pemuda Muhammadiyah, serta dukungan dari sesepuh Muhammadiyah Kepunten seperti H. Supriadi,” ungkapnya.
Tiga Pesan Penting Idul Fitri

Dalam khutbahnya, Zulkifli menyampaikan tiga pesan utama sebagai refleksi Idul Fitri. Pertama, pentingnya menjaga ketakwaan pasca-Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa ibadah selama Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tapi bekal untuk terus istiqamah dalam kebaikan. “Jangan sampai kita seperti orang yang membangun rumah megah, lalu merobohkannya sendiri,” ujarnya, mengutip QS An-Nahl: 92.
Kedua, ia menekankan pentingnya mengiringi kesalahan dengan amal shalih. Manusia tak luput dari salah, namun Islam mengajarkan agar setiap kesalahan segera ditebus dengan tobat dan perbuatan baik. Ia merujuk QS Ali Imran: 135 tentang pentingnya mengingat Allah dan memohon ampunan setelah berbuat dosa.
Ketiga, Zulkifli mengajak jamaah untuk terus menampilkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Mukmin terbaik adalah yang paling baik akhlaknya,” tegasnya, mengutip hadits Nabi Muhammad SAW.
Ajak Doa untuk Bangsa dan Umat Islam Dunia
Mengakhiri khutbahnya, Zulkifli yang berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengajak jamaah untuk berdoa bersama. Ia memohon agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan dan hidayah dalam menghadapi tantangan hidup. Ia juga mendoakan saudara-saudara di Palestina dan belahan dunia lain yang sedang tertindas, serta para pemimpin bangsa agar diberi petunjuk untuk menjaga keadilan dan kemakmuran negeri.
“Semoga puasa kita melahirkan kekuatan ruhani untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat. Mari jadikan Ramadhan sebagai titik tolak menuju pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (*)
Penulis Sumardani Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments