Semangat tajdid (pembaruan) Muhammadiyah bukan sekedar label atau identitas.
Gerakan ini telah merasuk hingga ke relung jiwa para pengikutnya hingga sampai pada level pimpinannya.
Pada Rabu (25/3/2026), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pelangwot bersama para kader mudanya menggelar aksi “Sedekah Sampah”.
Sejak pukul 08.00 WIB pasca-Lebaran, warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar antusias mengumpulkan limbah rumah tangga untuk dikonversi menjadi dana pendidikan bagi MIM 08 Pelangwot.
Gagasan untuk melakukan gerakan inovatif ini tidak lepas dari obrolan santai saat di teras rumah Miftahul Huda.
Bersama Ali Imron, Ahsan Hakim, Thomas, dan Dedy, kegelisahan diantara mereka tampak membuncah saat melihat potensi sampah yang terbuang percuma.
Sedang di sisi lain sarana prasarana MIM 08 membutuhkan pembenahan dan banyak siswa kurang mampu yang memerlukan bantuan.
Selanjutnya Ahsan Hakim, yang seorang Doktor Pendidikan sekaligus Ketua Prodi S2 PAI Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, turut turun tangan langsung.
Sebagai alumni MIM 08 tahun 2000-an, ia ingin memberi contoh nyata.
“Pondasi kepemimpinan adalah keteladanan. Saya harus terlebih dahulu memberikan contoh aksi nyata agar sampah menjadi peluang ibadah,” tegasnya.
Dukungan mengalir deras dari seluruh ortom —mulai dari PRPM, PRA, PRNA, IKWAMU— serta warga sekitar.
Melalui sosialisasi masif oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pelangwot, Nur Shohih, aksi perdana ini berhasil mengumpulkan 1 ton sampah layak jual (plastik, kertas, dan besi).
Secara spiritual, gerakan ini merujuk pada Surah Ar-Rum ayat 41 tentang larangan merusak alam.
Sedekah sampah mengubah paradigma: dari sesuatu yang menjijikkan menjadi aset bernilai sosial-ekonomi.
Kini, warga tidak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan jembatan kebaikan.
Bahkan, bagi ibu rumah tangga, tujuan mengumpulkan sampah yang tadinya sekadar ditukar bawang, kini meluas menjadi “cuan pahala”.
Melalui dana yang terkumpul, diharapkan MIM 08 Pelangwot mampu mencetak generasi yang cerdas dan bermanfaat bagi agama serta negara.
Gerakan ini membuktikan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman.
“Sampah yang terletak di tempat yang benar akan menjadi berkah, namun emas yang terletak di tempat yang salah akan menjadi sampah.”***





0 Tanggapan
Empty Comments