Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Randegan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3/2026), dengan khusyuk di Masjid Baitul Muttaqin.
Sejak pagi, jemaah dari berbagai kalangan memadati masjid untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan selama 30 hari.
Kegiatan ini menghadirkan khatib Ustaz Nur Chasan Bashri, Ketua LPCR PM PDM Sidoarjo, yang menyampaikan khotbah penuh pesan reflektif. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa kuat sepanjang pelaksanaan salat hingga khotbah selesai.
Ramadan: Perjalanan Melawan Hawa Nafsu
Dalam khotbahnya, Ustaz Nur Chasan Bashri mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi hasil dari perjuangan spiritual selama Ramadan.
“Bulan Ramadan selama 30 hari adalah latihan melawan hawa nafsu, dan hari ini kita memasuki hari kemenangan,” ujarnya di hadapan jemaah.
Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan hanya selesai berpuasa, tetapi mampu menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Idul Fitri adalah momentum untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Takwa Dicapai Melalui Proses
Khatib juga menyinggung tujuan utama puasa sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, yaitu agar manusia menjadi orang yang bertakwa.
“La’allakum tattaqun tidak datang secara instan, tetapi dicapai melalui proses panjang selama Ramadan,” jelasnya.
Ia mengajak jemaah untuk menyadari bahwa keimanan yang dimiliki harus ditingkatkan menuju derajat takwa.
“Kita sudah berada pada posisi beriman, selanjutnya bagaimana kita benar-benar meraih ketakwaan,” tambahnya.
Ciri-Ciri Orang yang Bertakwa
Dalam penjelasannya, Ustaz Nur Chasan Bashri memaparkan karakter orang muttaqin yang perlu diwujudkan dalam kehidupan. Ia menyebutkan bahwa orang bertakwa adalah mereka yang gemar berbagi kepada yang membutuhkan, bahkan ketika berada dalam keadaan sulit.
“Orang muttaqin juga mampu menahan amarah ketika hendak marah, serta memiliki kelapangan hati untuk memaafkan orang lain,” tuturnya.
Ia mencontohkan sikap memaafkan sebagai bentuk kemuliaan akhlak setelah Ramadan.
Selain itu, ia menambahkan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang mencintai kebaikan dan terus berusaha menebarkannya. Pesan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para jemaah yang hadir.
Ramadan Membentuk Pribadi yang Dirindukan Surga
Dalam bagian akhir khotbahnya, khatib menyampaikan bahwa Ramadan merupakan proses pembinaan diri agar termasuk golongan yang dirindukan surga. Ia menyebutkan empat golongan yang memiliki keutamaan tersebut.
“Surga merindukan orang yang gemar membaca Al-Qur’an, memberi makan orang yang lapar, orang yang berpuasa di bulan Ramadan, dan mereka yang mampu menjaga lisannya,” ungkapnya.
Pesan itu menjadi pengingat bagi jemaah untuk menjaga amal baik setelah Ramadan berakhir.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Baitul Muttaqin berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Jemaah berharap semangat Ramadan tetap terjaga, sehingga nilai-nilai ketakwaan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.





0 Tanggapan
Empty Comments