Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Semampir, Sedati, Sidoarjo menegaskan pentingnya kesiapan spiritual warga persyarikatan dalam menyambut bulan suci Ramadan melalui kegiatan Tarhib Ramadan yang digelar pada Ahad (15/2/2026).
Bertempat di Masjid Nurul Falah, kegiatan ini menempatkan penguatan iman dan manajemen amal sebagai fokus utama, bukan sekadar seremoni tahunan.
Lebih dari 50 jamaah yang terdiri atas warga persyarikatan, simpatisan, dan masyarakat sekitar menghadiri kegiatan tersebut. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kolektif dalam menyongsong bulan penuh berkah.
Sekretaris PRM Semampir Adam Amir Uddin, dalam sambutannya, menegaskan bahwa Tarhib Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar dakwah PRM untuk membangun kesiapan ruhani sekaligus memperkuat komitmen ibadah jamaah.
“Melalui kegiatan Tarhib ini, PRM Semampir berharap seluruh warga persyarikatan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi ilmu, niat, maupun amal. Ramadan harus menjadi sarana peningkatan kualitas diri dan penguatan ukhuwah,” ujarnya.
Tausiyah utama disampaikan Akhmad Fauzi dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh melalui prinsip “3S”: Siap Ilmu, Siap Niat, dan Siap Amal.
Pada aspek Siap Ilmu, jamaah diajak memperdalam pemahaman tentang keutamaan puasa dan amalan Ramadhan agar ibadah tidak sekadar rutinitas, melainkan bernilai kualitas di sisi Allah SWT.
“Sebelum Ramadan datang, mari kita bekali diri dengan ilmu agar ibadah yang kita lakukan tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menghadirkan kualitas keimanan,” jelasnya.
Pada prinsip Siap Niat, ia mengingatkan pentingnya memperjelas target ibadah, seperti khatam Al-Qur’an, meningkatkan shalat berjamaah, serta memperbanyak sedekah.
“Niat harus kita perjelas dan perinci. Semakin jelas niat kita, semakin besar semangat kita dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.
Sementara pada prinsip Siap Amal, jamaah diajak mengelola ibadah secara terstruktur, termasuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai momentum meraih Lailatul Qadar.
“Ramadan adalah madrasah ruhani. Amal harus kita manajemen dengan baik agar hasilnya maksimal, khususnya pada sepuluh malam terakhir,” tegasnya.
Melalui Tarhib Ramadhan ini, PRM Semampir ingin memastikan bahwa Ramadhan menjadi momentum transformasi spiritual yang berdampak nyata pada kualitas iman, intensitas amal, dan kontribusi sosial warga persyarikatan dalam membangun masyarakat berkemajuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments