Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Universitas Negeri Malang (UM) kembali melaksanakan Program Matahari Bersinar (PMB), Ahad (7/9/2025). Edisi kedua ini berlangsung di kediaman Rudi Nurdiansyah ST MT PhD, Ketua Program Studi S1 Teknik Industri UM sekaligus Sekretaris PRM UM. Kegiatan dihadiri jajaran PRM serta kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UM.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan kajian bertema Efisiensi, Efektivitas, dan Produktivitas dalam Islam. Ia menjelaskan, efisiensi berarti menggunakan sumber daya secara tepat guna dan tidak berlebihan, sebagaimana peringatan dalam QS Al-Isra: 27 tentang larangan bersikap boros.
“Efisiensi adalah bentuk syukur kita kepada Allah. Mulai dari makanan, air, listrik, hingga waktu, semuanya harus digunakan secukupnya, tidak mubazir,” ujarnya. Rudi menambahkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan dengan berwudu hanya menggunakan satu mud air atau sekitar 0,6 liter.
Ia kemudian menguraikan tentang efektivitas yang dimaknai sebagai beramal dengan benar dan tepat sasaran. Mengutip QS Al-Insyirah: 7–8, Rudi menekankan pentingnya khitqon atau ketepatan dan kualitas dalam setiap amal. “Lebih baik salat tepat waktu dengan khusyuk lima menit daripada salat tiga puluh menit tapi ditunda-tunda,” jelasnya.

Adapun produktivitas, menurutnya, adalah kemampuan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan penuh keberkahan. Ia mencontohkan petani yang memberi makan banyak orang melalui hasil tanamannya, guru dan dosen yang ilmunya terus mengalir meski telah tiada, hingga ibu rumah tangga yang mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Semua itu, katanya, merupakan bentuk produktivitas bernilai tinggi sebagaimana ditegaskan dalam QS At-Taubah: 105.
Menutup kajiannya, Rudi merangkum bahwa efisiensi berkaitan dengan penggunaan nikmat Allah secara bijak, efektivitas dengan amal yang tepat sasaran, dan produktivitas dengan kebermanfaatan yang melahirkan keberkahan. “Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang efisien, efektif, dan produktif dalam memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi kedua oleh Amalia Kautsaria yang mengangkat pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Menurutnya, kesehatan merupakan amanah yang harus dijaga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments