Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PRNA Cakru Perkuat Gerakan Zero Stunting Berbasis Keluarga

Iklan Landscape Smamda
PRNA Cakru Perkuat Gerakan Zero Stunting Berbasis Keluarga
PRNA Cakru Perkuat Zero Stunting, Padukan Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi (Khoirul Anam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Cakru memperkuat komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui program pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui program “Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah Cakru dalam Mendukung Gerakan Zero Stunting Berbasis Keluarga dan Komunitas” yang dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan kader dan masyarakat setempat.

Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Tahun 2025/2026 yang dilaksanakan bekerja sama dengan tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Jember.

Tim pengabdian tersebut diketuai oleh Iin Ervina, S.Psi., M.Psi., dengan anggota Ns. Susi Wahyuning Asih, S.Kep., M.Kep., dan Nely Ana Mufarida, S.T., M.T. Tim ini merancang model pemberdayaan berbasis keluarga dan komunitas yang mengintegrasikan aspek kesehatan serta penguatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Berdasarkan data Posyandu tahun 2025, prevalensi stunting di Desa Cakru menunjukkan penurunan. Angka stunting tercatat turun dari 13,4 persen pada Januari menjadi 6,6 persen pada September. Meskipun demikian, masih terdapat balita yang berisiko mengalami stunting sehingga membutuhkan intervensi lanjutan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Ketua Umum PRNA Cakru, Citra Mardi Rahayu, menyampaikan bahwa organisasi perempuan muda memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga.

“Gerakan Zero Stunting ini bukan sekadar program kesehatan, tetapi gerakan perubahan perilaku keluarga. Kader Nasyiah harus hadir mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita agar memahami pentingnya gizi seimbang, konsumsi protein hewani, serta pola asuh yang tepat,” ujarnya.

Pendekatan Hulu–Hilir

Program ini dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh. Pada aspek edukasi dan kesehatan, dibentuk kader “Nasyiah Zero Stunting” yang mendapatkan pelatihan mengenai literasi gizi, deteksi dini stunting, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Kader juga melakukan kunjungan rumah (home visit) kepada keluarga yang memiliki risiko stunting sehingga proses pendampingan dapat berlangsung secara lebih personal dan berkelanjutan.

Edukasi tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui pengajian, arisan, serta forum perempuan di tingkat ranting. Melalui berbagai forum tersebut, pesan kesehatan diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, program ini juga mengembangkan dapur gizi komunitas sebagai pusat praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Beberapa produk yang mulai dikembangkan antara lain abon lele, nugget lele, dan bakso lele sebagai alternatif makanan bergizi dengan harga yang terjangkau.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Upaya ini juga membuka peluang usaha bagi anggota serta mendorong penguatan ekonomi perempuan di tingkat komunitas.

Ketua tim pengabdian, Iin Ervina, menjelaskan bahwa pendekatan integratif menjadi salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan stunting.

“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan penyuluhan. Diperlukan sistem pendampingan keluarga, monitoring rutin, serta penguatan ekonomi agar keluarga mampu menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Digitalisasi Edukasi dan Target Desa Percontohan

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, PRNA Cakru juga memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Poster digital, video edukasi, serta berbagai konten media sosial disebarluaskan melalui WhatsApp dan beberapa platform daring lainnya.

Ke depan, PRNA Cakru berencana memperkuat kelembagaan kader, mengurus legalitas produk usaha seperti izin PIRT dan sertifikasi halal, serta memperluas jejaring kemitraan dengan Puskesmas, Pemerintah Desa, dan berbagai lembaga pendukung lainnya.

Dalam jangka panjang, program ini menargetkan Desa Cakru dapat menjadi desa percontohan dalam gerakan zero stunting berbasis keluarga dan komunitas di tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Program yang melibatkan perguruan tinggi dan organisasi perempuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu