Studi Baitul Maqdis UMJ

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengucapkan terima kasih atas Prof Dr Abd Al-Fattah Al-Awaisi selaku pihak dari Al-Isra Institute.
Senada dengan hal di atas, Prof Dr Abd Al-Fattah Al-Awaisi mengatakan, Studi Baitul Maqdis di Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan program magister Islamic Jerusalem Studies pertama yang ada di Universitas-Universitas di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
“Alhamduillah pengajar pertama Magister Studi Baitul Maqdis (Islamic Jerussalem Studies) telah diumumkan pada (03/10/2024) di Universitas Muhammadiyah Jakarta,” ucapnya.
Menurutnya, ini adalah pilihan yang baik, dimana pengetahuan memang harus mendorong perubahan, pembebasan, dan peradaban.
“Saya berterima kasih Prof Ma’mun Murod selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta yang sudah berkenan untuk bekerja sama dalam Program Magister Ilmu Politik berkonsentrasi pada Studi Baitul Maqdis,” tutupnya.
Kaprodi MIPOL Dr Lusi Andriyani mengatakan kerja sama ini berkenaan dengan perkembangan akademik seperti penelitian di Timur Tengah khususnya Yerusalem dan pertukaran mahasiswa atau staf akademik. Menurutnya, tidak banyak yang mengkaji dari sisi akademik apalagi berbasis riset layaknya ISRA.
Oleh karena itu, Magister Ilmu Politik FISIP UMJ bekerja sama dengan ISRA melalui peminatan Politik Internasional. Peminatan tersebut memiliki fokus terhadap isu di Timur Tengah dan Yerusalem.
Pekan sebelumnya Prof Dr Abd Al-Fattah Al-Awaisi membersamai Saladin Camp di Yogyakarta selama tujuh hari (23-29 September 2024) kemah intensive dan interactive yang diikuti lebih dari 100 pengusaha, aktivis dan akademisi belajar tentang Baitul Maqdis. Saladin Camp diselenggarakan oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU).
Penulis Muhammad Saleh Editor Amanat Solikah


0 Tanggapan
Empty Comments