Kegiatan upgrading operator sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Jawa Timur berlangsung antusias. Pada pelaksanaan hari kedua, kegiatan diisi oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur Prof. Dr. Khozin, M.Si., dengan materi tentang korelasi surat Al-Ma’un dan Al-Insyirah terhadap spirit operator sekolah.
Sesi ini dimoderatori oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Dr. Eko Hardi Ansyah, M.Psi., menjadi momentum istimewa karena menghadirkan ketua dan sekretaris majelis dalam satu forum yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (1–2/11/2025).
Prof. Khozin mengawali pemaparannya dengan menjelaskan bahwa ada tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh operator sekolah Muhammadiyah, yakni pola perilaku, ilmu pengetahuan, dan kemampuan. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus dikuasai jika ingin menerapkan prinsip keswastaan dalam keseharian, baik saat bertugas di sekolah maupun di luar.
Ia kemudian mengutip salah satu hadis riwayat Imam Tabrani yang berisi anjuran untuk menyenangkan hati orang lain, salah satunya dengan menerima pemberian sekecil apa pun dari sesama. Ia mencontohkan kebiasaannya menerima pemberian dalam bentuk apa pun dan berapa pun nilainya, meskipun kemudian diberikan kembali kepada orang yang lebih membutuhkan.
Dalam paparannya, Prof. Khozin juga menyarankan agar guru dan tenaga kependidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak hanya bergantung pada penghasilan utama di tempat bekerja, tetapi juga memiliki usaha sampingan.
Misalnya, menanam singkong atau sayuran, berjualan secara daring maupun luring, hingga menjadi affiliate e-commerce. Ia mencontohkan beberapa mahasiswa bimbingannya di kampus yang menjalankan berbagai jenis usaha, dari yang sederhana hingga kompleks.
Selanjutnya, ia menjelaskan kandungan surat Al-Ma’un, mulai dari asbabun nuzul hingga implementasi dari tujuh ayat yang terkandung di dalamnya. Surat ini, katanya, diajarkan berulang kali oleh KH Ahmad Dahlan hingga sempat diprotes oleh muridnya, namun mengandung nilai penting tentang niat dan kepedulian sosial yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, ketika menyinggung surat Al-Insyirah, Prof. Khozin menekankan dua ayat terakhir surat tersebut. Ia mengingatkan bahwa operator sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan diri agar dapat melaksanakan tugas dengan baik.
“Beralihlah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, dan berusahalah meminimalisasi waktu luang saat bekerja,” pesannya.
Di akhir sesi, ia menyinggung hubungan antara perilaku kepala sekolah dan perkembangan sekolah. “Jika kepala sekolah datang terlambat tetapi pulang lebih dulu, maka sekolahnya akan sulit berkembang. Namun jika datang lebih awal dan pulang sesuai waktunya, insyaallah sekolah tersebut bisa maju,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments