Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Nurmandi: Dosen Muhammadiyah Jangan Punya Pola Pikir Transaksional

Iklan Landscape Smamda
Prof. Nurmandi: Dosen Muhammadiyah Jangan Punya Pola Pikir Transaksional
Prof. Achmad Nurmadi menjadi naasumber kegiatan Baitul Arqam bagi dosen baru yang digelar Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Foto: UMY
pwmu.co -

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa profesi dosen di perguruan tinggi Muhammadiyah harus dijalani dengan semangat pengabdian dan perjuangan, bukan sekadar motif mencari keuntungan.

Dia menilai bahwa dosen Muhammadiyah merupakan agen dakwah berbasis ilmu pengetahuan sehingga tidak pantas menjalankan tugas akademik dengan pola pikir transaksional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Baitul Arqam bagi dosen baru yang digelar Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada Senin (24/11/2025) sore.

Program pembinaan ini menjadi sarana penguatan ideologi sekaligus pembentukan karakter profesional bagi para dosen sejak awal masa tugas.

Dalam pemaparan berjudul Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Nurmandi menekankan bahwa orientasi dosen harus melampaui kepentingan individual.

Dia mengingatkan bahwa kegiatan mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat merupakan amal saleh yang bernilai ibadah.

“Kalau hanya ingin mengejar gaji, itu tidak sejalan dengan nilai dakwah. Dosen Muhammadiyah harus bekerja dengan niat berjuang. Urusan materi akan mengikuti ketika kita menjaga integritas dan nilai dalam bekerja sebagai akademisi,” tegasnya seperti dilansir di laman resmi UMY.

Dia juga menyoroti pentingnya integritas moral serta komitmen yang berkelanjutan dalam menjalankan peran akademik.

Menurutnya, profesionalisme tidak semata-mata dilihat dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari ketulusan memberi manfaat.

“Jika kita meminta fasilitas lebih dulu baru bekerja, berarti kita belum beramal. Amal itu dimulai dengan memberi, bukan menunggu,” ujarnya.

Guru Besar ilmu pemerintahan tersebut turut menekankan perlunya peningkatan mutu dosen sebagai bentuk nyata dari amal perjuangan.

Para dosen baru diarahkan untuk memiliki rencana pengembangan karier yang jelas, mulai dari menyelesaikan studi doktoral, meraih jabatan fungsional, memperluas jejaring internasional, hingga produktif dalam riset dan publikasi.

Baginya, mutu akademik bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan kontribusi langsung bagi umat dan kemajuan peradaban.

“Kalau ingin menjadi dosen yang membawa manfaat, kualitas diri harus terus ditingkatkan. Publikasi, penelitian, hingga kerja sama global harus diperkuat karena itu semua bagian dari perjuangan,” tambahnya.

Dalam konteks masyarakat yang semakin beragam, Nurmandi juga menekankan pentingnya sikap terbuka dan kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dia menyampaikan bahwa Islam mendorong umatnya untuk membangun kemitraan, berkomunikasi dengan baik, dan membuka ruang dialog dengan siapa pun. Dengan rekam jejak UMY dalam kolaborasi internasional, nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter yang melekat pada setiap dosen.

Melalui program Baitul Arqam, UMY berharap para dosen baru tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat serta komitmen terhadap dakwah berkemajuan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu