Forum Silaturahmi dan Komunikasi (FOSKAM) SD dan MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.
Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah dan guru SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo. Hadir sebagai pembicara utama, Sukadiono, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Staf Khusus Kementerian Koordinator PMK RI.
Dalam tausiyahnya, Sukadiono menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda penting yang harus dilaksanakan setiap tahun di bulan Syawal, karena mengandung makna mendalam dalam hubungan manusia dengan Allah (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas).
“Orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah salah, tetapi mereka yang ketika berbuat salah berkomitmen untuk tidak mengulanginya,” ujarnya.
Ia mencontohkan kisah Nabi Adam AS yang melakukan kesalahan, namun kemudian bertaubat dengan sungguh-sungguh dan berjanji tidak mengulanginya.
Dalam konteks hubungan sosial (habluminannas), Sukadiono menjelaskan tiga tingkatan dalam memaafkan:
- At-Taghfir — Melupakan kesalahan, namun masih menyimpan dendam
- Ash-Shofa — Memaafkan dengan lapang dada tanpa menyimpan dendam
- Ihsan dalam memaafkan — Tidak hanya memaafkan, tetapi juga membalas dengan kebaikan
Menurutnya, tingkatan tertinggi inilah yang seharusnya menjadi tujuan setiap insan.
Sukadiono juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
“Inti komunikasi adalah kelapangan hati, dan inti dari kelapangan hati adalah keikhlasan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa simbol Halal Bihalal, seperti berjabat tangan, bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata dari upaya memperbaiki hubungan antar sesama.
Mengutip pandangan tokoh, ia menyebutkan dua tipe orang yang mudah memaafkan:
- Orang yang ramah
- Orang yang banyak bersyukur kepada Allah
Menurutnya, sikap syukur dan keramahan menjadi kunci dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.
Di akhir tausiyah, Sukadiono membacakan QS. Al-Munafiqun ayat 9 yang mengingatkan agar manusia tidak lalai dari mengingat Allah karena harta dan kesibukan dunia.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa segala aktivitas, termasuk dalam dunia pendidikan, harus tetap berlandaskan nilai spiritual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan soliditas antar anggota FOSKAM semakin kuat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah secara berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments