Kegiatan Amaliyah Tadris yang menjadi program Tahfidz Class SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) resmi ditutup. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian praktik mengajar yang berlangsung selama dua pekan, mulai Senin hingga Jumat (8-19/9/2025).
Praktik mengajar yang diikuti siswa Tahfidz Class ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Program Amaliyah Tadris bertujuan membekali siswa, khususnya kelas tahfidz, dengan keterampilan mengajar secara langsung di kelas, baik secara teori maupun praktik.
Kegiatan ini berlangsung di tiga lokasi berbeda, yaitu SD Muhammadiyah Zamzam 4 Sukodono, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, dan MTs Muhammadiyah 1 Taman. Selain praktik mengajar, Amaliyah Tadris juga menjadi ajang bimbingan bagi siswa dalam membaca, menghafal, dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Meskipun hanya berlangsung dua pekan, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi siswa Tahfidz Smamita.
Dalam sambutannya, Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program ini. “Alhamdulillah, aktivitas Amaliyah Tadris selama dua pekan ini selesai kita lakukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 3 Ikrom yang telah menerima kami dengan baik serta memfasilitasi kegiatan siswa kami,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa program ini sedikit mengganggu aktivitas sekolah. “Semoga kesempatan yang telah diberikan ini menjadi amal jariyah bagi Bapak Ibu guru, khususnya para pimpinan di SD Muhammadiyah 3 Ikrom,” tambahnya.
Edwin menegaskan bahwa program Amaliyah Tadris merupakan bagian penting dari pembelajaran di Smamita, khususnya untuk siswa Tahfidz Class. “Aktivitas di sekolah tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus mampu diimplementasikan sehingga menjadi sesuatu yang bermakna di masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap siswa dapat terus mengembangkan pengalaman ini. “Dua pekan memang cukup singkat. Saya yakin banyak dinamika yang terjadi, bahkan perbedaan budaya antara aturan di Smamita dan sekolah tempat praktik. Namun hal ini menjadi pembelajaran berharga bagi kalian,” katanya.
Edwin juga mengibaratkan kegiatan ini seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di perguruan tinggi. “Dengan pengalaman ini, nantinya kalian akan terbiasa dan lebih siap menghadapi aktivitas selanjutnya,” terangnya.
Dalam penutupannya, Edwin mengutip surat At-Taubah ayat 111 sebagai motivasi. Ia mengingatkan bahwa setiap amal dan kebaikan yang dilakukan akan diganti Allah dengan surga. “Maka jadikan aktivitas ini sebagai bagian dari tanggung jawab kita sebagai muslim, yaitu mendakwahkan Islam dengan membantu adik-adik membaca Al-Qur’an,” pesannya.
“Semoga seluruh aktivitas kalian diterima Allah Swt dan menjadi upaya meringankan hisab di akhirat kelak. Terima kasih, dan harapan kami ke depan masih diberi izin untuk melaksanakan program Amaliyah Tadris,” tutup Edwin yang juga Ketua Majelis Kader PCM Sepanjang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments