SMP Muhammadiyah 15 Surabaya menghadirkan pendidikan yang memadukan prestasi akademik dan pembinaan karakter Islami melalui tiga program unggulan, yaitu program reguler, program bahasa, dan Muhammadiyah Boarding School (MBS).
Program MBS menjadi inovasi berbasis asrama yang memadukan pembelajaran formal dengan sistem pesantren, guna membentuk peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
Program MBS Jawab Kebutuhan Pendidikan Berbasis Karakter
Kepala sekolah, Ustadz Banjar, menjelaskan bahwa program MBS merupakan strategi dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter religius siswa.
Melalui tiga program unggulan tersebut, sekolah memberikan pilihan kepada orang tua dan peserta didik untuk menyesuaikan layanan pendidikan berdasarkan minat dan kebutuhan masing-masing.
Rekayasa Kurikulum Terintegrasi Sekolah dan Pesantren
Direktur MBS, Ustadz Aziz, memaparkan bahwa pelaksanaan program dilakukan melalui rekayasa kurikulum yang mengintegrasikan kurikulum sekolah dengan kurikulum pesantren.
Santri mendapatkan pembelajaran tambahan seperti tahfidz Al-Qur’an, kajian tafsir, hadis, serta pembelajaran kitab dasar seperti nahwu dan sharaf.
Target utama program ini adalah mencetak lulusan yang mampu menghafal minimal 10 juz Al-Qur’an selama tiga tahun masa pendidikan. Untuk memastikan capaian tersebut, dilakukan sistem monitoring dan evaluasi rutin melalui kegiatan tahfidz camp sebelum kenaikan kelas.
Pembelajaran Terjadwal dari Subuh hingga Malam
Kepala Urusan Kurikulum, Bu Luky, menegaskan bahwa pembelajaran di kelas MBS telah disesuaikan agar tetap mendukung kebutuhan santri di asrama tanpa mengurangi capaian akademik nasional.
Sementara itu, Bu Titin selaku guru pamong menilai bahwa sistem asrama membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa. Aktivitas harian terjadwal sejak sebelum Subuh hingga malam hari, mencakup ibadah, pembelajaran sekolah, kajian keislaman, serta setoran hafalan Al-Qur’an setiap hari.
Integrasi Pendidikan Modern dan Pesantren
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, mahasiswa PPL PPG Cagur 2026 UMSURA, Jeany, menyampaikan bahwa program pendidikan Islam berbasis MBS di sekolah tersebut merupakan integrasi efektif antara pendidikan modern dan pesantren dalam membangun karakter siswa secara menyeluruh.
Lingkungan asrama dinilai memberikan pengalaman belajar yang lebih intensif, sehingga peserta didik berkembang tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga spiritual, kedisiplinan, serta tanggung jawab pribadi.
Dengan dukungan pimpinan sekolah, tenaga pendidik, serta pengembangan sarana yang terus direncanakan, program sekolah Muhammadiyah ini diharapkan menjadi model pendidikan unggulan di masa mendatang.






0 Tanggapan
Empty Comments