Komitmen meningkatkan mutu pendidikan terus ditunjukkan oleh SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Salah satu inovasi strategis yang kini menjadi program unggulan adalah Program SMART Smamita (Strategic Mastery Academic Reasoning and Talent).
Program ini merupakan kelas pengayaan akademik yang dirancang secara sistematis untuk mengoptimalkan potensi siswa sekaligus memperkuat daya saing akademik di tingkat nasional. SMART Smamita diperkenalkan secara resmi bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi Kelas Peminatan yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis (7–9/4/2026).
Kehadiran program ini menjadi langkah konkret Smamita dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademik, khususnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai gerbang menuju perguruan tinggi negeri favorit.
Program SMART dirancang sebagai pembinaan intensif dan berkelanjutan. Siswa yang ingin bergabung akan melalui proses seleksi untuk menjaring potensi terbaik. Meski tidak semua siswa dapat langsung mengikuti program ini, sekolah berharap dampak positif SMART dapat dirasakan secara luas melalui penguatan budaya belajar, semangat berprestasi, serta terciptanya atmosfer akademik yang sehat dan kompetitif.
Koordinator Program SMART Smamita, Junaidi, SPd, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar kelas tambahan, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran yang terstruktur dan terukur.
“Program SMART hadir untuk membentuk pola pikir kritis, kemampuan penalaran tingkat tinggi, serta kemandirian belajar siswa. Dengan pendekatan yang tepat dan pembinaan yang konsisten, kami optimistis siswa mampu meraih hasil terbaik, khususnya dalam TKA dan UTBK,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Program SMART terbagi ke dalam dua kategori, yakni Outstanding Academic Class (OAC) dan Potential Academic Class (PAC). OAC ditargetkan mencapai rata-rata skor UTBK minimal 700 dengan nilai TKA minimal 80. Sementara itu, PAC menargetkan rata-rata skor UTBK minimal 640 dan TKA minimal 70.
Melalui program ini, Smamita berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit serta memiliki bekal kuat menghadapi tantangan dunia profesional.
Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, wali kelas, dan wali siswa dalam menyukseskan Program SMART. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci agar proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan dan terarah.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Diperlukan sistem yang kuat, pendampingan yang konsisten, serta lingkungan belajar yang mendukung. Program SMART kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan itu,” tegasnya.
Keberadaan SMART semakin diperkuat oleh capaian Smamita pada TKA 2025, di mana sekolah ini berhasil masuk 18 besar perolehan nilai TKA sekolah Muhammadiyah tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi indikator keberhasilan strategi pembinaan akademik yang diterapkan secara berkesinambungan.
Dengan Program SMART, Smamita optimistis akan terjadi peningkatan signifikan pada capaian akademik siswa, sekaligus mendorong keberhasilan lulusan menembus perguruan tinggi favorit melalui berbagai jalur seleksi.
Program ini pun semakin mengukuhkan SMART sebagai unggulan strategis Smamita, sekaligus menjadi bukti nyata upaya sekolah dalam mencetak generasi yang berprestasi, berdaya saing, dan berkarakter unggul. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments