Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puasa dan Al-Qur’an: Terapi Alami untuk Menyembuhkan Penyakit

Iklan Landscape Smamda
Puasa dan Al-Qur’an: Terapi Alami untuk Menyembuhkan Penyakit
Foto: pngtree
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Puasa, baik yang wajib maupun sunnah, memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan jasmani dan rohani. Melalui puasa, tubuh diberi kesempatan untuk melakukan reset alami tanpa perlu resep obat apa pun.

Ketika seseorang berpuasa, kadar insulin menurun dan tubuh mulai beralih ke pembakaran lemak. Pada saat yang sama, proses pembersihan sel atau autophagy diaktifkan, di mana tubuh mendaur ulang sel-sel yang rusak dan menggantinya dengan yang baru.

Ini merupakan mekanisme alami yang tidak bisa digantikan oleh suplemen atau obat buatan manusia.

Puasa juga diyakini bermanfaat bagi penderita penyakit serius seperti kanker. Sel kanker yang tumbuh cepat akan kehilangan suplai makanan saat seseorang berpuasa, hingga akhirnya mati melalui proses yang disebut apoptosis.

Sebaliknya, sel-sel normal justru menjadi lebih kuat karena menghasilkan zat fagosom yang membantu membersihkan tubuh dari racun.

Karena itu, baik orang sehat maupun yang sedang sakit sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa wajib maupun puasa sunnah seperti Senin dan Kamis.

Al-Qur’an sebagai Sumber Kesembuhan

Selain puasa, Al-Qur’an juga merupakan sumber penyembuhan bagi penyakit fisik dan rohani. Allah menegaskan dalam firman-Nya:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isra’: 82)

Membaca Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan, keyakinan, dan kerendahan hati di hadapan Allah dapat menjadi terapi batin yang menenangkan. Zikir, doa, tobat, dan tilawah dengan niat yang tulus akan membuka pintu kesembuhan.

Namun, hal ini tidak berarti menafikan peran dokter atau pengobatan medis. Usaha berobat tetap perlu dilakukan, tetapi kita harus meyakini bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah, Sang Maha Penyembuh.

Penelitian menunjukkan bahwa suara seseorang memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuhnya sendiri.

Itulah sebabnya, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil dan penuh perasaan mampu memberikan efek positif bagi tubuh, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, menenangkan detak jantung, serta memperkuat sistem imun.

Itu pula alasan mengapa salat berjamaah sangat dianjurkan. Dalam jamaah, doa dan bacaan imam terdengar jelas oleh telinga, dan getaran suara itu membantu menyeimbangkan sistem tubuh.

Sebaliknya, mendengarkan musik keras dan ingar bingar dapat merusak keseimbangan tubuh karena getaran suaranya yang tidak harmonis.

Maka, biasakanlah membaca Al-Qur’an di pagi hari setelah subuh dan malam hari setelah isya. Gantilah kebiasaan mendengarkan musik dengan lantunan murotal yang menenangkan.

Siapa tahu, kebiasaan ini menjadi sebab terhindarnya seseorang dari penyakit sebelum sempat terdeteksi.

Membaca Al-Qur’an dengan tartil, memperhatikan tajwid, dan memperindah bacaan bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk terapi yang mendatangkan ketenangan jiwa serta kesehatan fisik.

Dengan istikamah berpuasa dan rutin membaca Al-Qur’an, insyaAllah tubuh akan lebih sehat, hati lebih tenang, dan dosa-dosa diampuni.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan keduanya dan menganugerahkan kesembuhan, baik lahir maupun batin. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu