Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puluhan Peserta Baru Meramaikan Mengaji Isyarat Januari di Panceng

Iklan Landscape Smamda
Puluhan Peserta Baru Meramaikan Mengaji Isyarat Januari di Panceng
Foto praktek dengan maju menghafal huruf Hijaiyah, Ahad (11/1/2026) (Niltis Sa'adah Muarrof/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mengawali tahun 2026, pertemuan mengaji isyarat edisi Januari hadir dengan suasana berbeda. Bertempat di TK ‘Aisyiyah 15 Doudo Panceng, kegiatan yang memasuki pertemuan ke-8 itu digelar pada Ahad (11/1/2026) pukul 08.00–12.30 dan dihadiri lebih banyak peserta baru, khususnya warga Gresik Utara.

Ketua PCA Panceng, Lailatul Badriyah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dengan memberikan izin penggunaan tempat. Program ini merupakan bagian dari GALA Disabilitas ‘Aisyiyah.

Tidak hanya peserta baru yang hadir, beberapa peserta lama juga terlibat sebagai pendamping, seperti Moh. Faris W, Ahmad Ikhsan, serta dua pemenang MTQ 2025, Aisyah Syerviyah dan Titin Haiyanti. Dari 28 peserta, tercatat sekitar 18 orang merupakan peserta baru, ditambah 4 peserta teman dengar dan 6 peserta lama.

Acara dibuka oleh Dewi Fatimah, kemudian dilanjutkan sambutan dari Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Gresik yang disampaikan Fitriyah. Materi pelatihan dimulai dari jilid 1, dipandu fasilitator tuli yang terlebih dahulu membagikan Al-Qur’an Isyarat kepada peserta baru.

Setelah penjelasan dasar, sesi praktik dilakukan dengan bimbingan empat peserta senior. Aisyah Syerviyah memperagakan bentuk jemari, Titin Hariyanti menunjukkan huruf hijaiyah, sedangkan Ahmad Ikhsan dan Moh. Faris W berkeliling membantu memperbaiki posisi tangan peserta.

Mengaji Isyarat

Pembelajaran yang dirintis oleh Innik Hikmatin sejak awal kini mulai memperlihatkan hasil. Semangat belajar tampak memenuhi ruangan, bahkan beberapa peserta yang hadir bukan lagi generasi muda—ada yang telah berkeluarga hingga lanjut usia—namun tetap antusias mengikuti pelatihan tanpa rasa malu.

Setelah materi jilid 1 selesai, sesi jilid 2 dilanjutkan oleh Innik Hikmatin yang baru bergabung usai menghadiri pertemuan CMA (Corps Mubalighoh ‘Aisyiyah) di lantai 2 gedung yang sama.

“Saya sangat terharu melihat Sevy, Titin, Ikhsan, dan Faris bersedia maju mengajari teman-teman,” ujarnya.

Innik kemudian melanjutkan materi hingga jilid 3, diselingi pertanyaan untuk memastikan pemahaman peserta. Beberapa peserta diminta maju mempraktikkan huruf hijaiyah. Dua peserta cilik, Tasya dan Rena, bahkan menunjukkan keberanian dan kemampuan menghafal cepat.

“Loh, cepat hafal ternyata. Pintar sekali Tasya sama Rena,” tutur Innik.

Menjelang penutupan, seluruh peserta mengungkapkan rasa senang dan antusias untuk pertemuan selanjutnya pada Februari, yang disepakati akan digelar sebelum Ramadan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan salam-salaman.

Wajah-wajah ceria dan suasana hangat tampak mewarnai akhir kegiatan. Beberapa peserta juga mengabadikan momen bersama sebelum berpisah. Pesan yang ingin ditegaskan dari pertemuan ini: belajar tidak mengenal usia maupun kondisi. Mengaji adalah perintah Allah, dan Al-Qur’an Isyarat menjadi jalan bagi siapa pun untuk terus belajar tanpa henti. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu