
PWMU.CO – Agenda Ruang Aman Literasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Sumenep secara resmi dibuka oleh Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur. Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur, Liset Ayuni, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya membangun ruang aman sebagai bentuk tanggung jawab moral dan budaya bersama di kalangan pelajar.
Mengutip pemikiran Jalaluddin Rumi, Liset menyampaikan bahwa “Luka adalah tempat di mana cahaya bisa masuk ke dalam dirimu.” Ia menambahkan bahwa tidak semua luka mampu menyerap cahaya jika terus ditutup rapat oleh rasa malu, dikubur dalam aib, atau ditenggelamkan oleh stigma sosial yang membungkam.
“Hari ini, saya mengajak kita semua untuk menjadi bagian dari cahaya itu. Cahaya yang masuk pelan-pelan melalui telinga yang mau mendengar dan hati yang tidak mudah menghakimi,” ujarnya.

Pernyataan ini bukan sekadar kutipan puitis, melainkan seruan etis untuk menciptakan lingkungan yang lebih empatik dan manusiawi. Menurut Liset, pemulihan luka baik secara psikologis maupun sosial memerlukan ruang yang aman: ruang yang memungkinkan seseorang untuk didengar tanpa dihakimi, didampingi tanpa disalahkan, dan dimanusiakan tanpa syarat.
Kesadaran Kolektif
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ruang aman tidak harus lahir dari kebijakan struktural yang besar. Ruang tersebut bisa tumbuh dari praktik sederhana yang penuh ketulusan dari percakapan yang hangat, dari kesediaan mendengar, dan dari keberanian untuk tidak menyudutkan. Dalam konteks ini, tempat berlangsungnya kegiatan, yaitu Caffe Tanean, menjadi simbol bahwa ruang aman bisa dibangun dari ruang yang biasa, selama ditopang oleh kesadaran kolektif dan semangat saling menjaga.

Liset juga menegaskan bahwa membangun ruang aman tidak berarti melawan budaya lokal, melainkan memperkuat nilai-nilai kultural yang sesungguhnya telah menjunjung martabat dan hak individu. Di tengah masyarakat yang masih menganggap diam sebagai bentuk hormat, agenda ini hadir untuk mendobrak paradigma tersebut dengan pendekatan literasi dan keberanian bersama.
Ruang Aman Literasi menjadi salah satu inisiatif PD IPM Sumenep yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah. Sebagai gerakan pelajar, IPM mendorong pelajar untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial dan spiritual terutama dalam memperjuangkan keadilan gender dan perlindungan sesama. (*)
Oleh Almasy Tsalisa Haiba Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments