Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PWMU Gelar Raker 2026, Fokus Konsolidasi Redaksi dan Tata Kelola Media Digital

Iklan Landscape Smamda
PWMU Gelar Raker 2026, Fokus Konsolidasi Redaksi dan Tata Kelola Media Digital
Rapat Kerja PWMU di At-Ta'awun Tower lantai 22 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Foto: Ahmad Jabir/PWMU
pwmu.co -

PWMU menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan mengusung tema “Menguatkan Narasi Peradaban Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di At-Ta’awun Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) lantai 22, Kamis (15/1/2026).

Raker tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat arah kebijakan, konsolidasi internal, serta penyusunan program kerja media Muhammadiyah di tengah tantangan ekosistem digital yang terus berkembang.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Majelis Pustaka dan Informasi Digital (MPID) PWM Jawa Timur, di antaranya Ketua MPID PWM Jatim Dr. Aribowo, Dr. Suli Da’im (wakil ketua), Ainur Rofiq Shopiaan (wakil ketua), dan Dr. Radius Setiyawan (sekretaris).

Selain mereka ada jajaran editor dan kontributor PWMU dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Malang, dan Banyuwangi

Pemimpin Redaksi PWMU, Agus Wahyudi, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Rapat Kerja kali ini membahas tiga agenda utama yang menjadi fondasi penguatan PWMU sebagai media dakwah dan pencerahan di era digital.

Pertama, konsolidasi redaksi. Agus menegaskan bahwa konsolidasi menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh elemen redaksi memiliki visi, ritme kerja, dan standar profesional yang sama.

“Di tengah arus informasi yang sangat cepat, redaksi PWMU harus solid, memiliki standar jurnalistik yang kuat, serta mampu bekerja secara kolaboratif. Konsolidasi ini penting agar narasi yang kita bangun tetap jernih, mencerahkan, dan berkeadaban,” ujarnya.

Kedua,evaluasi program kerja tahun 2025. Menurut Agus, evaluasi dilakukan secara terbuka dan objektif untuk melihat capaian, tantangan, serta ruang perbaikan ke depan.

“Evaluasi bukan untuk mencari kekurangan semata, tetapi sebagai ikhtiar kolektif agar PWMU terus belajar, berbenah, dan tumbuh. Apa yang sudah baik kita perkuat, yang belum optimal kita perbaiki bersama,” jelasnya.

Sementara agenda ketiga adalah proyeksi serta penyusunan program dan timeline kerja tahun 2026.

Dalam agenda ini, redaksi PWMU merancang langkah strategis agar program ke depan lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan umat serta masyarakat luas.

PWMU Gelar Raker 2026, Fokus Konsolidasi Redaksi dan Tata Kelola Media Digital
Rapat Kera PWMU yang membahas agenda-genda penting di tahun 2026. Foto: Ahmad Jabir/PWMU

“Kita ingin program 2026 tidak hanya rutin, tetapi memiliki daya dorong, daya jangkau, dan daya pengaruh yang lebih kuat dalam membangun peradaban digital yang berkemajuan,” tambah Agus.

Ketua MPID PWM Jatim, Dr. Aribowo, dalam arahannya menekankan pentingnya manajemen pengelolaan dan keuangan media yang profesional. Menurutnya, kualitas konten yang baik harus diiringi dengan tata kelola yang sehat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Media sebagus dan sekuat apa pun, kalau manajemen pengelolaan dan keuangannya tidak jelas, itu nothing. Media bisa berkembang, tetapi hanya hitungan bulan,” tegasnya.

Dia mencontohkan media-media arus utama nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, dan CNN yang mampu bertahan dan berkembang karena ditopang oleh sistem manajemen yang kuat dan berkelanjutan.

“Manajemen baru, jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa menjadi masalah. Karena itu, perbaikan jurnalistik harus sejalan dengan perbaikan tata kelola media,” ujarnya.

Aribowo juga menekankan bahwa PWMU harus mampu memenuhi kebutuhan komunitas Muhammadiyah sekaligus menjangkau khalayak yang lebih luas.

“PWMU tidak hanya menjadi corong informasi internal, tetapi juga harus hadir sebagai media rujukan yang mencerahkan, kredibel, dan dibutuhkan masyarakat luas,” tandasnya

Wakil Ketua MPID PWM Jatim Dr. Suli Da’im, menegaskan bahwa proses koreksi dan evaluasi merupakan keniscayaan dalam perjalanan sebuah media.

“Melakukan koreksi dan evaluasi adalah bagian dari ikhtiar organisasi. Media harus berani bercermin agar tidak berjalan di tempat,” ujarnya.

Dia juga menyoroti besarnya potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dapat menjadi kekuatan sekaligus mitra strategis dalam pengembangan PWMU ke depan.

“Kita memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan baik dan dikerjakan secara optimal, dengan ikhtiar penuh, hasilnya pasti akan kembali kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh,” tegasnya.

Menurut Suli, menata media secara profesional bukan hanya soal teknis jurnalistik, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif bahwa media adalah instrumen penting dakwah dan peradaban. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu