Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Qobilah HW MIM 15 Sooko, Pede Saja meski Seragamnya Berbeda di Acara Pramuka

Iklan Landscape Smamda
Qobilah HW MIM 15 Sooko, Pede Saja meski Seragamnya Berbeda di Acara Pramuka
pwmu.co -
Kuntum PA HW Qobilah MIM 15 Sooko Ponorogo dalam upacara pembukaan Prestasi Siaga Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Sooko, Ponorogo, Sabtu 13 Agustus 2022). (Nike Nur Hasanah/PWMU.CO)

Qobilah HW MIM 15 Sooko, Pede Saja meski Seragamnya Berbeda di Acara Pramuka Liputan Kontributor PWMU.CO Ponorogo Nike Nur Hasanah

PWMU.CO – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Qobilah MIM 15 Sooko ikut memeriahkan Peringatan HUT Ke-61 Gerakan Pramuka yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sooko, Sabtu (13/8/22). 

Sebanyak 16 siswanya berjuang di ajang Lomba Prestasi Siaga. Mereka berlomba dengan sekitar 288 peserta lainnya dari berbagai sekolah tingkat SD/MI di Kecamatan Sooko, Ponorogo, Jawa Timur. Lomba Prestasi Siaga kali ini merupakan kegiatan pemanasan setelah hampir dua tahun vakum akibat dilanda pandemi Covid-19. 

Kegiatan diawali upacara pembukaan sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian ada berbagai perlombaan seperti halang rintang, seni budaya, kemampuan indera penciuman, mengenal negara tetangga, dan lainnya. 

Meskipun diselenggarakan Gerakan Pramuka, namun keseluruhan seragam dan atribut Qobilah MIM 15 Sooko tetap menggunakan HW lengkap dengan hasduk hijaunya. 

Beda Seragam Bukan Halangan 

Seragam berbeda tak menjadi penghalang. Gerakan kepanduan baik Pramuka maupun HW sama-sama melatih kedisiplinan, kemandirian, ketangkasan, dan rasa cinta tanah air. Keduanya juga menjadi wadah anak usia 7-10 tahun melatih dan mengembangkan bakatnya di luar kegiatan pembelajaran di kelas. 

Walau ada beberapa perbedaan warna dasar dan atribut seragam kedua kepanduan itu, keseluruhan panitia maupun pembina sangat mengapresiasi keberlangsungan acara. Tidak ada diskriminasi terhadap perbedaan seragam yang dipakai utusan Qobilah MIM 15 Sooko. 

Menjadi satu-satunya peserta yang mengenakan seragam berbeda ternyata memantik siswa mengajukan pertanyaan. “Ustadzah, seragam kita kok berbeda sendiri?” tanya Dila Anggita, siswa kelas II al-Malik. 

Ketua Barung Aida Ayatul Husna segera menjawabnya, “Iya, soalnya kita satu-satunya di Sooko, kalau kemah di Ponorogo (kemah CPA) semua seragamnya sama seperti kita.” Jawaban itu berlaku juga untuk pertanyaan lain serupa.  

Untungnya, menjadi satu-satunya peserta berseragam HW tak menyurutkan semangat mereka untuk unjuk kemampuan di berbagai lomba. Terbukti, mereka mampu mendapat nilai sempurna pada lomba mengenal negara tetangga dan nyaris sempurna di perlombaan lain. 

Baca sambungan di halaman 2: Jejak-Jejak Prestasi 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu