Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rahmawati Husein: Peran Organisasi Keagamaan Strategis dalam Mitigasi Bencana

Iklan Landscape Smamda
Rahmawati Husein: Peran Organisasi Keagamaan Strategis dalam Mitigasi Bencana
Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., ketika menyampaikan materi. Foto: Jabir/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Kajian Ramadan 1447 Hijriah pada Sabtu–Ahad (21–22/2/2026) di Universitas Muhammadiyah Jember. Mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, kajian ini menghadirkan Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., sebagai salah satu pemateri.

Dalam paparannya, Rahmawati menekankan pentingnya mitigasi bencana di Indonesia serta peran strategis organisasi keagamaan dalam menghadapi situasi darurat. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana geologis.

“Indonesia merupakan kawasan yang rawan dengan bencana. Posisi kita berada di antara tiga lempeng besar dunia, yakni Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pacitan misalnya, berada di zona merah karena berdekatan dengan megathrust yang lama tidak melepaskan energinya, sehingga berpotensi terjadi gempa bumi skala besar,” jelasnya.

Menurutnya, kerentanan tersebut diperparah oleh kondisi demografis Indonesia yang padat serta struktur ekonomi yang masih didominasi kelompok masyarakat rentan. Karena itu, pendekatan mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai elemen, termasuk organisasi keagamaan.

“Organisasi kemanusiaan berbasis keagamaan penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat terdampak—baik dari sisi kepercayaan, pengetahuan, relasi, maupun akses,” tuturnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menambahkan, para relawan dari organisasi keagamaan bahkan bisa hadir sebelum bencana terjadi melalui edukasi dan kesiapsiagaan. Saat masa tanggap darurat, mereka juga kerap menjadi penyedia utama bantuan.

Rahmawati mencontohkan respons cepat Muhammadiyah dalam berbagai bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Lazismu serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). “Kita secara tanggap segera menerjunkan sukarelawan dan bantuan kepada warga terdampak,” ungkapnya.

Kajian ini menegaskan bahwa tugas kekhalifahan tidak hanya bermakna menjaga lingkungan secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata mitigasi dan penanggulangan bencana. Dengan sinergi antara nilai keagamaan dan kerja kemanusiaan, Muhammadiyah diharapkan terus hadir sebagai garda terdepan dalam merawat kehidupan dan keselamatan umat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu