Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Rasya Gavin Santoso, siswa Excellent Class XII-1, berhasil meraih freepass atau Golden Ticket masuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui ajang Try Out Sepuluh Nopember (TOSN) 2026. Ia dinyatakan lolos pada program studi Teknik Kimia yang menjadi impiannya, Selasa (10/2/2026).
Informasi kelolosan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @ini.lho.its pada Senin sore (9/2/2026). TOSN bukan sekadar ajang lomba, melainkan try out berskala nasional yang digelar ITS sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ini Lho ITS 2026.
Pelaksanaan TOSN dilakukan di dua lokasi berbeda pada Januari 2026. Tahap pertama digelar di Kampus ITS Sukolilo pada 11 Januari 2026. Sesi kedua dilaksanakan pada 24 Januari 2026 di SMK YPM 8 Sidoarjo bekerja sama dengan IKARSID (Ikatan Arek Sidoarjo).
Seluruh rangkaian tes menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) melalui laman resmi myITS. TOSN tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga memberikan apresiasi berupa uang tunai dan freepass masuk ITS bagi peserta terbaik.
“TOSN dilaksanakan dalam dua skema, yakni di Kampus Pusat ITS Sukolilo serta di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke melalui Forum Daerah (Forda) Ini Lho ITS,” ujar Rasya.
Proses seleksi TOSN tergolong sangat ketat dan kompetitif. Peserta harus melewati tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pengerjaan soal try out yang meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, serta Tes Potensi Skolastik (TPS) yang mencakup kemampuan spasial, logika, dan kuantitatif.
Dari sekitar 8.000 peserta, hanya 25 nilai tertinggi secara nasional yang berhak melaju ke tahap kedua. Pada tahap ini, peserta diminta menulis esai atau motivation letter yang dikirimkan secara daring untuk diseleksi kembali.
Selanjutnya, hanya 10 peserta terbaik yang lolos ke tahap final, yakni presentasi dan wawancara langsung bersama dosen ITS yang berwenang dalam penerimaan mahasiswa baru.
“Setiap peserta diberi waktu 20 menit untuk mempresentasikan esai, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab mendalam. Setelah proses wawancara, saya berusaha berdoa sambil menunggu pengumuman hasil akhir dari TOSN dan alhamdulillah saya dinyatakan lolos,” tuturnya.
Sejak awal, Rasya telah menargetkan untuk meraih Golden Ticket ITS saat duduk di kelas XII. Ia mengaku konsisten belajar sejak kelas X dengan bimbingan para guru.
“Sejak kelas X saya belajar secara giat dan konsisten bersama Bapak dan Ibu guru sedikit demi sedikit. Dari awal memang saya menargetkan harus bisa merebut Golden Ticket ITS,” ungkapnya.
Keberhasilannya disambut haru dan syukur oleh kedua orang tuanya, Didit Santoso dan Anita Setiawati. Rasya mengaku ingin membahagiakan serta meringankan beban orang tuanya.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan freepass masuk ITS, khususnya di program studi Teknik Kimia. Ketika orang tua mengetahui kabar ini, mereka terharu. Saya ingin membuat hati mereka bahagia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya.
“Terima kasih kepada guru-guru Smamita, keluarga, dan teman-teman atas doa dan dukungannya. Semoga semua kebaikan dan ketulusan dalam mendidik kami dibalas dengan kebaikan berlipat oleh Allah Swt,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyu Bimas Kurniasandi, S.I.Kom., turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, Rasya merupakan salah satu siswa berprestasi di Smamita sejak kelas X hingga kelas XII.
“Di setiap angkatan maupun semester, Rasya selalu meraih peringkat satu. Sekolah bahkan memberikan beasiswa SPP gratis secara berturut kepadanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, prestasi Rasya tidak hanya di bidang akademik. Beberapa bulan lalu, Rasya meraih Juara I kompetisi debat tingkat nasional dan dinobatkan sebagai best speaker dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Wahyu Bimas juga memotivasi seluruh siswa untuk berani bermimpi dan melanjutkan studi hingga ke luar negeri. Saat ini, sekitar 38 siswa telah mendaftar ke berbagai perguruan tinggi, termasuk yang berminat melanjutkan studi ke Jerman.
Prestasi Rasya diharapkan mampu menginspirasi siswa-siswi Smamita lainnya untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan masa depan sejak dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments