Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Raih Tiket Kuis BEC, Murid Baru SMAS Muha Genteng Disambut Kadisbudpar Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Raih Tiket Kuis BEC, Murid Baru SMAS Muha Genteng Disambut Kadisbudpar Banyuwangi
pwmu.co -
Reyhan bersama Kadis Disbudpar Banyuwangi, Dr A Taufik Rohman saat persiapan gladi bersih BEC (Alib/PWMU.CO)

PWMU.CO – Raih tiket kuis Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Reyhan Iftitan Ramadhanu (Reyhan), calon siswa baru periode 2025/2026 SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, pada Jumat (11/7/2025) bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran Reyhan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Dr A Taufik Rohman.

Kedatangan Reyhan ke Kantor Disbudpar Banyuwangi didampingi oleh ibunya dalam rangka pengambilan tiket BEC, setelah sebelumnya memenangkan kuis yang diselenggarakan melalui akun Instagram resmi Disbudpar beberapa hari lalu. BEC sendiri merupakan acara tahunan yang telah menjadi bagian dari agenda pariwisata Banyuwangi, dan untuk tahun ini digelar pada Sabtu (12/7/2025).

Reyhan merupakan alumnus SMP Muhammadiyah 1 (SMP Muhi) Genteng, Banyuwangi tahun 2025 yang telah banyak meraih prestasi, khususnya di bidang seni. Bahkan, pada acara pelepasan siswa kelas IX SMP Muhi beberapa bulan lalu, Reyhan menjadi salah satu dari tujuh siswa berprestasi yang menerima piala penghargaan di berbagai bidang.

Sebagai siswa berprestasi di bidang seni, Reyhan juga mendapat kehormatan diundang oleh Bupati Banyuwangi selama dua tahun berturut-turut (2023-2024) untuk menghadiri peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba).

Wejangan Kabid Kebudayaan

Setibanya di Kantor Disbudpar Banyuwangi, terlihat suasana kesibukan panitia dalam mempersiapkan gladi bersih BEC. Beberapa pejabat Disbudpar tampak larut dalam kesibukan tersebut, termasuk A. Taufik dan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dewa Alit Siswanto.

Setelah beberapa menit berbincang dengan A. Taufik, Reyhan dan ibunya disambut hangat oleh Dewa, sapaan akrab Dewa Alit, yang kemudian mengajak mereka ke ruang dinasnya.

Sebelumnya, Reyhan sudah beberapa kali bertemu dengan Dewa Alit dalam berbagai ajang perlombaan seni, sehingga suasana pertemuan kali ini terasa cukup akrab dan komunikatif. Setelah menanyakan tentang sekolah barunya dan rencana pengembangan minat di bidang seni, Dewa Alit memberikan beberapa wejangan kepada Reyhan.

“Tolong, setelah kamu bergabung di sekolah barumu, SMA Muha Genteng, kembangkan terus bakatmu yang selama ini sudah banyak membawamu meraih prestasi. Kami juga siap diundang dalam pagelaran seni di sekolahmu, dengan syarat kegiatan tersebut harus dikemas seunik dan sekreatif mungkin. Jika memenuhi kriteria, akan kami daftarkan di Dinas Pariwisata. Dengan begitu, ketika ada pertunjukan seni baik di tingkat daerah maupun provinsi, SMA Muha Genteng bisa kami rekomendasikan untuk tampil,” ujarnya.

Tiga puluh menit berlalu, suasana semakin semarak dengan kehadiran Mbah Pramu, salah satu penggerak komunitas seni Banyuwangi. Ia dikenal dengan ciri khas rambut putih gondrong, kumis tebal berwarna senada, serta gelang tangan besar yang selalu melingkar di pergelangannya.

Mbah Pramu dikenal sebagai tokoh supranatural karena kerap dipercaya memerankan peran dukun dalam berbagai pagelaran budaya di Banyuwangi, seperti Gandrung Sewu, ritual Seblang, dan sejumlah acara budaya lainnya. Dinas Pariwisata Banyuwangi hampir selalu melibatkan Mbah Pramu dalam setiap kegiatan seni, termasuk dalam setiap penyelenggaraan BEC.

Kehadirannya membuat suasana perbincangan semakin hidup dengan canda dan joke-joke khasnya yang mencairkan suasana.

Tepat pukul 11.00 WIB, Reyhan dan ibunya berpamitan untuk undur diri menjelang waktu shalat Jumat. Sebelum mereka pulang, Dewa Alit memberikan hadiah tambahan berupa lima tiket sebagai bentuk apresiasi. (*)

Penulis Abdul Muntholib Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu