
PWMU.CO – Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya (Sekolahnya Para Pemimpin), Imam Sapari SHI MPdI saat pelantikan periode kedua pada Sabtu (7/5/2025) lalu, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan visi pembentukan karakter kepemimpinannya, namun juga menambahkan fokus misi lain, yakni sains dan teknologi.
Pada sambutan Rapat Kerja (raker) Sekolahnya Para Pemimpin yang diadakan pada Selasa-Jumat ( 17-20/6/2025), Imam Sapari pun kembali mensosialisasikan fokusnya secara detail.
Ia menyampaikan bahwa secara jumlah, misi kita tetap sama, terdiri dari tujuh bulir, sesuai dengan identitas SMP Muhammadiyah 7. Namun, terdapat penggabungan, peleburan, dan penambahan pada rumusan misi tersebut, antara lain:
1. Menyelenggarakan program-program kepemimpinan.
2. Menerapkan model pembelajaran berbasis Qurani, holistik, integratif, dan berkarakter kepemimpinan.
3. Mengadakan program kelas pilihan, yakni BTQ, Tahfizhul Quran, Takhassus, M-ICO, dan Boarding School.
4. Meningkatkan kualitas peserta didik melalui program literasi, numerasi, sains, dan teknologi.
5. Memfasilitasi pengembangan bakat dan minat untuk meraih prestasi.
6. Menguatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
7. Membangun lingkungan dan Life skills siswa dalam internalisasi nilai al-Quran dan Kepemimpinan.
Hal ini pun selaras dengan tema Raker, yakni “Optimalisasi Sinergi, Akselerasi Mutu, Sains dan Teknologi sebagai Suksesi.” Optimalisasi sinergi tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: sinergi pembelajaran, sinergi program, termasuk Tahfidzul Quran, serta sinergi dengan instansi.
Sementara itu, sinergi pembelajaran dimaksudkan sebagai penggabungan mata pelajaran yang bersifat tematik.
“Jadi, ke depan beberapa mata pelajaran akan dibuat seperti kuliah umum. Misalnya, jika pada mata pelajaran IPA membahas pencemaran lingkungan, maka IPS akan membahas cara menjaga lingkungan, dan Bahasa Inggris fokus pada kosakata (vocabulary), serta M-ICO pada presentasi berbicara (speaking presentation),” jelasnya.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan, untuk sinergi program, misalnya program gabungan dari tiga mata pelajaran tersebut adalah kegiatan penghijauan. Sedangkan Tahfidzul Quran dimaksudkan agar setiap pembahasan pelajaran dikaitkan dengan nilai-nilai al-Quran, dengan mengajak anak-anak murajaah di awal pembelajaran.
“Adapun sinergi dengan instansi, sesekali kita akan mendatangkan pihak luar, seperti instansi terkait. Dalam hal ini contohnya Dinas Pertanian,” sambungnya.
Imam Sapari juga menegaskan bahwa ke depannya, akan ada akselerasi digitalisasi pendidikan. Setiap anak akan diberikan tablet, sehingga monitoring ibadah, karakter, Learning Management System (LMS), dan keuangan akan berbasis digital.
Selanjutnya, akselerasi juga mencakup peningkatan prestasi akademik dan non-akademik, penuntasan administrasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta penguatan layanan pendidikan lainnya, termasuk pengembangan konsep buku.
“Dalam hal sains dan teknologi, kita akan lebih menggiatkan kelas penelitian dan juga akan membentuk Kelas Koding dan KA,” pungkasnya. (*)
Penulis Rachell Fattama Az Zahrah Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments