Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rakorwil LPCRPM PWM Jatim: Menguatkan Cabang Ranting Masjid sebagai Basis Kelembagaan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Rakorwil LPCRPM PWM Jatim: Menguatkan Cabang Ranting Masjid sebagai Basis Kelembagaan Muhammadiyah
Foto bersama setelah pembukaan Rakorwil LPCRPM PWM Jatim. (Anifah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Sabtu (14/2/2025) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sulton Amin, Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur Dr. Hasan Ubaidillah, MM, jajaran anggota LPCRPM PWM Jatim, serta perwakilan LPCRPM PDM se-Jawa Timur.

Rakorwil ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran Cabang dan Ranting sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah. Dalam sesi panel pertama yang dipandu Fathurrahim Syuhadi, tema “Peran Strategis LPCRPM dalam Penguatan Basis Kelembagaan Muhammadiyah” disampaikan Wakil Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Safar Nasir, M.Si.

Dalam paparannya, Muhammad Safar Nasir menegaskan bahwa kehadiran LPCR merupakan amanat Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 2010. Amanat tersebut lahir dari kesadaran akan pentingnya eksistensi Cabang dan Ranting (C&R), baik secara kuantitas maupun kualitas.

Ia mengutip pernyataan almarhum KH AR Fakhruddin yang menyebut, “The Real Muhammadiyah adalah Cabang Ranting.” Artinya, wajah Muhammadiyah sesungguhnya tampak dari denyut kehidupan Cabang dan Ranting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Nasir, Cabang dan Ranting merupakan duta sekaligus representasi Persyarikatan di tengah dinamika sosial. Di sanalah interaksi nyata terjadi, dari pengajian, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan umat.

Ia juga mengutip pandangan Haedar Nashir dalam pengantar buku Pendirian Cabang dan Ranting Muhammadiyah (2014) bahwa “rumah utama gerakan Muhammadiyah sesungguhnya berada di Ranting.” Sesuai AD/ART, Ranting adalah basis pembinaan dan pemberdayaan anggota—akar yang menopang seluruh komponen gerakan, termasuk ‘Aisyiyah dan organisasi otonom lainnya.

Nasir mengibaratkan Ranting sebagai akar pohon besar. “Pohon yang kokoh berdiri karena akarnya kuat. Jika akar lemah, maka lambat laun pohon akan tumbang,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah periode 2022–2027 Jamaluddin Ahmad menyatakan bahwa meski pusat organisasi berada di Pimpinan Pusat, pusat gerakan Muhammadiyah yang sesungguhnya adalah Cabang, Ranting, dan Masjid. Jika ketiganya mati, maka ruh gerakan pun melemah, meskipun struktur di atasnya masih ada.

Kebijakan Muktamar ke-48 tahun 2022 di Surakarta yang mengubah nomenklatur LPCR menjadi LPCRPM semakin menegaskan pentingnya pembinaan masjid dalam satu tarikan napas dengan pengembangan Cabang dan Ranting. Ketiganya merupakan struktur yang paling bersentuhan langsung dengan umat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dr. Muhammad Safar Nasir, M.Si saat menyampaikan materinya. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)

Kemudian Nasir menyampaikan empat strategi penguatan kelembagaan

Satu, Mendorong program Majelis dan Lembaga agar benar-benar menjangkau hingga tingkat Ranting, seperti Dikdasmen, MPKU, kader kesehatan, dan lainnya.

Dua, Mengaktifkan peran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam pengembangan Cabang dan Ranting, mulai dari rekrutmen, program pembinaan, hingga penilaian kinerja.

Tiga, Melibatkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dalam kepengurusan dengan target minimal 40 persen kader unggul.

Empat, Membangun ekosistem Muhammadiyah yang kuat di tingkat Cabang dan Ranting, meliputi sinergi keluarga, masjid, sekolah, masyarakat, pengurus persyarikatan, mubaligh, ‘Aisyiyah, Ortom, hingga AUM seperti sekolah dan rumah sakit.

Mengutip pesan Dahlan Rais yang sering disampaikan dalam forum LPCRPM, Safar Nasir mengingatkan makna QS Ar-Ra’d ayat 17 bahwa yang memberi manfaatlah yang akan tetap bertahan. Karena itu, Cabang dan Ranting harus terus menghadirkan amal saleh yang kreatif dan inovatif, bukan sekadar rutinitas administratif.

Rakorwil ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan Cabang, Ranting, dan Masjid tetap hidup, tumbuh, dan menjadi solusi bagi umat. Sebab di sanalah denyut nadi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kemasyarakatan berakar dan berkembang. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu