Bulan suci Ramadan tidak mengurangi antusiasme murid SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Melalui mata pelajaran Prakarya, murid kelas VIII tetap menunjukkan kreativitas dengan menghasilkan berbagai karya kerajinan berbahan dasar alam.
Pada Selasa (24/2/2026), dalam pembelajaran Prakarya materi Bahan Keras Alam, murid kelas VIII A, VIII B, dan VIII C diajak memanfaatkan bambu serta rotan sebagai media pembuatan karya seni.
Kegiatan praktik dilakukan secara berkelompok sehingga murid dapat mengembangkan keterampilan berkarya sekaligus meningkatkan kerja sama dan kekompakan tim.
Berbagai produk kreatif dihasilkan selama proses pembelajaran berlangsung. Di kelas VIII C, setiap kelompok terlebih dahulu membuat rancangan desain yang kemudian mendapatkan persetujuan guru sebelum masuk tahap produksi.
Karya yang dihasilkan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Untuk karya bernuansa Ramadan, salah satu kelompok membuat kentongan bambu lengkap dengan alat pemukulnya guna menghadirkan suasana khas bulan suci.
“Kentongan dipilih karena identik dengan Ramadan, jadi suasananya terasa lebih hidup,” ujar salah satu peserta didik saat mengerjakan proyek tersebut.
Selain itu, terdapat karya fungsional seperti kap lampu meja dengan desain beragam, pot bunga gantung bertingkat, serta keranjang buah yang dirancang sebagai wadah buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun karya dekoratif yang dihasilkan antara lain lampion bambu bernuansa Imlek yang menonjolkan unsur estetika dan kreativitas desain.
Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap. Mereka membawa bahan bambu maupun rotan dari rumah, baik dalam kondisi sudah dipotong maupun masih utuh. Selanjutnya bahan diolah menggunakan peralatan sederhana, seperti gergaji kecil dan amplas, kemudian disempurnakan dengan lapisan vernis pada tahap akhir agar hasil karya terlihat lebih halus dan estetis.
Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi murid. Mereka tidak hanya memahami teknik pembuatan kerajinan, tetapi juga belajar mengatasi kendala selama proses pengerjaan serta menyesuaikan bentuk karya dengan desain yang telah direncanakan.
Nala, murid kelas VIII C, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru baginya. Bersama kelompoknya, ia berhasil menyelesaikan lampion bambu meskipun sempat mengalami kesulitan saat proses pembuatan.
“Saya jadi belajar bagaimana membuat kerajinan dari bambu. Walaupun sempat kesulitan saat memotong bahan, kerja sama kelompok membantu kami menyelesaikan karya dengan baik. Kegiatan ini membuat kami lebih kreatif dan kompak,” jelasnya.
Melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro menunjukkan bahwa Ramadan tetap dapat menjadi waktu yang produktif bagi murid untuk belajar dan berkarya. Aktivitas positif di sekolah diharapkan mampu terus mendorong kreativitas serta menumbuhkan semangat belajar yang aktif dan inovatif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments