Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ramadan Hampir Usai, Filantropi Jangan Berhenti!

Iklan Landscape Smamda
Ramadan Hampir Usai, Filantropi Jangan Berhenti!
pwmu.co -
Ilustrasi filantropi. (pngtree/PWMU.CO)

Oleh: Nashrul Mu’minin, Content Writer Yogyakarta

PWMU.CO – Salam Kader Muhammadiyah Lamongan! Tak terasa, puasa Ramadan 1445 H tinggal menghitung hari. Di saat seperti ini, biasanya kita sibuk mempersiapkan Idul Fitri, beli baju baru, stok kue lebaran, atau pulang kampung. Tapi tunggu dulu—jangan sampai kita lupa bahwa momentum filantropi Ramadan justru harus semakin digenjot di akhir bulan suci ini!.

Misteri Akhir Ramadan: Antara Persiapan Lebaran dan Amal Jariyah

Allah SWT berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji”.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa sedekah di bulan Ramadan—terutama di 10 hari terakhir—punya nilai berlipat ganda. Tapi realitanya? Survei Baznas 2024 menunjukkan bahwa 60% donasi filantropi justru turun drastis di akhir Ramadan karena masyarakat fokus pada persiapan lebaran.

3 Amalan Filantropi yang Sering Terlupakan

  1. Zakat Fitrah Online untuk Perantau
    Banyak pekerja migran di Malaysia dan Timur Tengah kesulitan membayar zakat fitrah. Platform digital seperti Lazismu kini memungkinkan transfer zakat lintas negara hanya dalam 3 menit.
  2. Sedekah Beras Bekas Takjil
    Masjid Al-Ikhlas di Surabaya punya inovasi, yaitu mengumpulkan beras sisa takjil, lalu dikemas ulang untuk dibagikan ke panti asuhan. Dari 1 kg beras per hari, terkumpul 30 kg di akhir Ramadan!.
  3. Wakaf Produktif Sahur
    Gerakan “1 Motor untuk Tukang Bubur Sahur” di Lamongan telah membagikan 15 sepeda motor bagi pedagang keliling. Hasilnya? Mereka bisa menjangkau lebih banyak mustahik setiap hari.

Kisah Inspiratif: Pemulung yang Jadi Filantropis

Bapak Slamet (52), pemulung di Bantul, punya tradisi unik. Setiap Ramadan, ia menyisihkan 5.000 rupiah/hari dari hasil nguli untuk dibelikan susu balita ke musala. “Dulu anak saya dapat bantuan, sekarang giliran saya memberi,” katanya sambil tersenyum.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Data yang Mengejutkan

  • Donasi online di platform Kitabisa.com meningkat 120% di awal Ramadan, tapi turun 40% di 10 hari terakhir (2024)
  • 70% lembaga filantropi kesulitan mencari relawan saat mendekati lebaran
  • Potensi zakat mal di Indonesia mencapai Rp327 triliun, tapi baru tergarap 5%.

Puisi
Ramadan hampir pergi
Tapi jangan biarkan amal berlari
Zakat, sedekah, wakaf produktif
Bikin pahala terus aktif!

Baju baru boleh saja
Tapi jangan lupa yang papa
Filantropi sampai akhir
Itulah ciri mukmin sejati!

Ayo Kader Muhammadiyah! Sebelum Ramadan berakhir, kita masih punya waktu untuk:

  • Hitung zakat mal via aplikasi e-Zakat
  • Ikutan program “1.000 Paket Lebaran untuk Dhuafa
  • Donasi buku pelajaran ke sekolah marginal.(*)

Kontak penulis untuk kolaborasi:

nashrulmuminin919@gmail.com
+62 823-2918-9410

Penulis Nashrul Mu’minin Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu